in

Legislator di DPR Minta Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Diinvestigasi, Dorong Jauhkan dari Permukiman

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (Foto: dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta agar insiden ledakan di gudang amunisi di Madiun, Jawa Timur, diinvestigasi secara menyeluruh, untuk mengungkap penyebab kejadian yang mengakibatkan satu prajurit meninggal dunia tesebut.

Dalam pandangannya, TB Hasanuddin juga mendorong agar gudang amunisi, ditempatkan jauh dari permukiman warga.

Dia juga meminta tim investigasi, memeriksa secara menyeluruh, apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruang penyimpanan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan.

“Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan,” kata TB Hasanuddin, di Jakarta, seperti dirilis dpr.go.id.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut. Juga meminta pemerintah dan TNI mengevaluasi keberadaan gudang amunisi, yang berlokasi dekat dengan permukiman warga.

Ia menilai, gudang yang tidak lagi memenuhi standar jarak aman, sebaiknya dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari kawasan berpenduduk.

“Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata dia.

Seperti diketahui, ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) lalu menyebabkan satu prajurit TNI meninggal, empat orang mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.

Sebelumnya, Pihak TNI AD pun telah mengatakan peristiwa itu terjadi saat personel melaksanakan pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan. TNI AD juga telah membentuk investigasi terkait ledakan gudang amunisi tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan peristiwa itu terjadi saat personel melaksanakan pemeriksaan dan perawatan materiil munisi, di lokasi kejadian.

Donny mengatakan bahwa berdasarkan laporan awal, insiden terjadi saat personel melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan.

Donny mengatakan TNI AD telah melakukan penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh kepada para korban dan keluarganya, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. (HS-08)

 

 

Pemuda Pancasila Kendal Gelar Penanaman Bibit Kelapa Kopyor, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

Kemdiktisaintek Ajak Perguruan Tinggi Optimalkan Peluang Program Riset