HALO TEMANGGUNG – Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Temanggung bersama PC Permabudhi, turun membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, warga Dusun Bondalem, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, yang mengalami kekuarangan air bersih.
Tiga Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Temanggung, yakni Ani Winarsih, Novita Dian Astuti, dan Sudiyati, terjun ke lapangan untuk memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik.
Kehadiran para penyuluh di tengah warga juga menjadi bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap dampak kekeringan, sekaligus membantu meringankan kebutuhan masyarakat akan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Perwakilan Penyuluh Agama Buddha, Ani Winarsih menyebut bahwa kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Kami sebagai penyuluh agama Buddha melakukan kegiatan penyaluran air bersih ini tujuannya untuk meringankan beban umat, memperkuat gotong royong, sikap peduli sosial serta bentuk nyata implementasi ajaran Buddha,” kata dia, baru-baru ini seperti dirilis kemenag.go.id.
Ani menambahkan bahwa kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi salah satu wujud nyata kepedulian sosial penyuluh di tengah masyarakat.
Nilai cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna) yang diajarkan dalam Dhamma diwujudkan melalui tindakan nyata untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Keterbatasan ketersediaan air selama musim kemarau membuat penyaluran bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari warga.
Kehadiran penyuluh bersama organisasi keagamaan dan relawan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Temanggung juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan relawan yang telah mendukung kegiatan tersebut. Kolaborasi antara penyuluh, organisasi keagamaan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
Dengan kegiatan ini, nilai-nilai Dhamma tidak hanya disampaikan melalui pembinaan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian, pelayanan, dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kehadiran para penyuluh di tengah warga menjadi cerminan semangat welas asih, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. (HS-08)


