HALO SEMARANG – Perubahan bentuk kelembagaan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) menjadi universitas, membuka ruang pengembangan program studi yang lebih luas.
Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta para pengelola PTKN memanfaatkan perubahan tersebut, untuk mengembangkan pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Arahan tersebut disampaikan Menag, kepada empat pimpinan PTKN yang telah dilantik dan dikukuhkan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Keempat pimpinan PTKN itu adalah Prof Akh Muzakki MAg Grad DipSEA (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya), Prof Dr Ahmad Faisal MAg (Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo), Prof Dr Husain Insawan MAg (Rektor UIN Kendari), dan Dr Li Edi Ramawijaya Putra MPd (Rektor Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang)
Kepada UIN Sultan Amai Gorontalo dan UIN Kendari yang telah mengalami perubahan bentuk dari institut menjadi universitas, Menag secara khusus mengatakan perubahan kelembagaan tersebut, memberikan peluang bagi kedua perguruan tinggi untuk mengembangkan program studi yang lebih beragam.
Pengembangan tersebut, kata Menag, perlu disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
Ia juga menyampaikan bahwa kedua UIN tersebut memiliki peluang untuk berkembang dan memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang mampu menjangkau bidang keilmuan yang lebih luas.
“Kalau sudah berubah menjadi universitas, kesempatan untuk mengembangkan program studi umum itu terbuka lebih luas,” ujar Menag, seperti dirilis kemenag.go.id.
Selain pengembangan program studi, Menag memberikan perhatian pada penguatan bidang kedokteran di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ia meminta pengembangan Fakultas Kedokteran dilanjutkan, termasuk pembangunan rumah sakit yang terkait dengan perguruan tinggi tersebut.
Arahan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas akademik UIN Sunan Ampel Surabaya setelah memasuki periode kepemimpinan baru.
Menag juga meminta pimpinan perguruan tinggi menjaga integrasi internal serta menyelesaikan berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan kampus.
Agama Buddha
Sementara itu, pada Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang, Menag meminta pimpinan perguruan tinggi membaca peluang pengembangan program studi yang belum banyak tersedia.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Menag juga menekankan pentingnya membangun jejaring dengan berbagai pihak, baik unsur pemerintah, swasta, maupun pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pendidikan tinggi keagamaan Buddha.
Rangkaian arahan tersebut menunjukkan sejumlah fokus pengembangan PTKN sesuai dengan perubahan dan karakter masing-masing perguruan tinggi, mulai dari perluasan bidang keilmuan setelah perubahan bentuk menjadi universitas hingga penguatan bidang kedokteran dan pengembangan program studi yang memiliki kebutuhan khusus. (HS-08)


