in

Mahasiswa Undip Edukasi PHBS dan Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun untuk Anak-anak Pemalang

Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak di Desa Tegalsari Timur, Kabupaten Pemalang.

HALO PEMALANG – Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak dini. Hal itulah yang dilakukan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak di Desa Tegalsari Timur, Kabupaten Pemalang.

Kegiatan yang digelar pada 5 Agustus 2026 tersebut merupakan bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan bertajuk “Program Edukasi PHBS melalui Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)”. Kegiatan dilaksanakan dalam kelompok belajar di Posko KKN Tim II Undip.

Program yang mengusung tema “Generasi Hebat Dimulai dari Kebiasaan Hebat” itu dirancang dengan pendekatan interaktif agar materi kesehatan mudah dipahami dan diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa pelaksana kegiatan, Angela Apta Anargya Lovesayka menjelaskan, bahwa PHBS tidak hanya berkaitan dengan kebersihan diri, tetapi juga mencakup kebiasaan menjaga lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Dalam edukasi tersebut, anak-anak diajak mengenali berbagai penerapan PHBS di lingkungan sekolah. “Materinya antara lain mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, mengonsumsi jajanan sehat, berolahraga secara teratur, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” katanya.

Salah satu bagian utama kegiatan adalah praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Anak-anak tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya mencuci tangan, tetapi juga diajak mempraktikkannya secara langsung.

Cara tersebut diharapkan dapat membuat kebiasaan mencuci tangan lebih mudah diingat dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama sebelum makan dan setelah melakukan berbagai kegiatan.

“Pesan mengenai pentingnya kebersihan tangan juga diperkuat melalui pemutaran video edukasi,” tambah Angela Apta Anargya Lovesayka.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi penguatan materi agar anak-anak kembali mengingat manfaat menjaga kebersihan tangan.

Agar suasana belajar tidak monoton, edukasi dikemas melalui pertanyaan interaktif dan kuis bergambar. Anak-anak diajak menentukan contoh perilaku hidup bersih dan sehat, memilih perlengkapan yang tepat untuk mencuci tangan, mengenali jajanan yang lebih sehat, serta membedakan perilaku yang baik dan tidak baik dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Selain PHBS, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian terhadap kesehatan gigi. Anak-anak diajak memahami dampak tidak menjaga kebersihan gigi melalui kuis sederhana yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami konsep PHBS, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkannya secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, memilih makanan sehat, berolahraga, serta menjaga kebersihan diri dinilai menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang sehat dan bertanggung jawab.

“Generasi hebat tidak lahir hanya dari pengetahuan yang hebat, tetapi juga dari kebiasaan hebat yang dilakukan setiap hari,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Program edukasi PHBS ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Kesehatan Masyarakat Undip dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipraktikkan, edukasi diharapkan dapat membantu anak-anak Desa Tegalsari Timur membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.(HS)

DLH Semarang Perkuat Mitigasi Kebakaran TPA Jatibarang Selama Musim Kemarau

Kirab Gunungan Mangkubumi Jadi Cara Warga Jekawan Sragen Merawat Tradisi