in

Kemdiktisaintek Ajak Perguruan Tinggi Optimalkan Peluang Program Riset

Peserta forum Diskusi Ekosistem Riset dan Pengembangan bersama perguruan tinggi negeri dan swasta, berfoto bersama di Gedung Tehnopreneur, Politeknik Negeri Batam, belum lama ini. (Foto : kemdiktisaintek.go.id)

 

HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mengajak perguruan tinggi untuk memanfaatkan berbagai program riset dan pengembangan, sebagai upaya memperkuat kapasitas riset dan kolaborasi.

Ajakan tersebut disampaikan Dirjen Risbang, Fauzan Adziman, dalam forum Diskusi Ekosistem Riset dan Pengembangan bersama perguruan tinggi negeri dan swasta, di Gedung Tehnopreneur, Politeknik Negeri Batam, belum lama ini.

Dalam kegiatan yang dirancang sebagai ruang dialog ini, Fauzan menyampaikan bahwa penguatan ekosistem riset nasional, dilakukan melalui dua pendekatan utama.

Masing-masing adalah memperluas pemerataan kapasitas riset bagi perguruan tinggi yang sedang berkembang, sekaligus memperkuat riset strategis yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nasional.

“Kita ingin meningkatkan rata-rata kapasitas riset nasional. Karena itu, kesempatan tidak hanya diberikan kepada perguruan tinggi yang selama ini sudah kuat, tetapi juga kepada perguruan tinggi dan dosen yang baru mulai membangun budaya riset,” kata dia, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.

Dirjen Fauzan menjelaskan bahwa Kemdiktisaintek terus memperkuat berbagai skema pendanaan riset, baik melalui APBN, maupun sinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Beberapa program tersebut, antara lain adalah Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), Program Hilirisasi Riset Sinergi batch II dan Dorongan Teknologi, Program Hackathon Deeptech, serta Program Riset Kemitraan Internasional.

Dirjen Risbang terus mendorong perguruan tinggi, membangun kemitraan yang lebih erat dengan industri, pemerintah daerah, dan mitra internasional, agar hasil penelitian dapat diimplementasikan secara lebih luas.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset, sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai peluang pendanaan, kerja sama internasional, pengembangan pendidikan vokasi, mekanisme seleksi proposal penelitian, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial(AI) dalam penyelenggaraan program riset.

Masukan tersebut menjadi bahan bagi Ditjen Risbang untuk terus menyempurnakan kebijakan serta layanan kepada perguruan tinggi.

Melalui forum ini, Ditjen Risbang menegaskan komitmen untuk terus memperkuat komunikasi, sekaligus memperluas partisipasi perguruan tinggi, dalam ekosistem riset nasional.

Semakin banyak perguruan tinggi yang diharapkan dapat memanfaatkan program yang tersedia, untuk menghasilkan riset berdampak, memperkuat kolaborasi, dan berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai tantangan pembangunan.

Sementara itu,  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVII, Nopriadi, ketika membuka kegiatan itu menegaskan, perguruan tinggi perlu memanfaatkan momentum yang tersedia, untuk meningkatkan kualitas penelitian melalui kolaborasi, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi sejak tahap penyusunan proposal hingga hilirisasi hasil riset menjadi kunci untuk meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional. (HS-08)

 

 

Legislator di DPR Minta Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Diinvestigasi, Dorong Jauhkan dari Permukiman

Kemenkes Kebut Pemerataan Dokter Jantung, Dukung Operasional Cath Lab Nasional