HALO SEMARANG – Ketua Umum PMI Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto menghargai kepedulian dan dukungan masyarakat, terhadap pelaksanaan bulan dana tahun 2023, yang meningkat dibanding tahun 2022.
“Kepedulian warga dan pihak-pihak lainnya sangat tinggi. Terbukti setiap tahun perolehan bulan dana PMI terus meningkat,” kata Djarot Supriyoto, saat acara penyerahan hasil bulan dana PMI tahun 2023, di Dusun Semilir, Bawen, Sabtu (9/3/2024).
Pada tahun 2023, perolehan bulan dana PMI Kabupaten Semarang mencapai Rp 1.464.625.340.
Jumlah itu meningkat Rp 39.149.068 dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 1.425.476.272.
Djarot memastikan seluruh dana akan digunakan untuk membiayai kegiatan sosial kemanusiaan PMI.
Termasuk pelayanan klinik pratama PMI di Wringin Putih yang telah terakreditasi.
Penutupan bulan dana PMI 2023 dilakukan secara resmi oleh Wabup H Basari mewakili Bupati Semarang H Ngesti Nugraha.
Hasil perolehan diserahkan secara simbolis oleh Wabup kepada Ketua umum PMI.
Saat pengarahan, Wabup H Basari meminta para pengurus untuk mempertanggungjawabkan dukungan dana dari masyarakat untuk kepentingan sosial kemanusiaan.
“Gunakan dana yang diperoleh untuk membantu masyarakat di bidang sosial kemanusiaan. Tak hanya donor darah, PMI juga harus selalu hadir paling awal membantu warga di setiap bencana dan musibah lainnya,” kata dia, seperti dirilis semarangkab.go.id.
Pada kesempatan itu pula diberikan hadiah kepada OPD dan kecamatan yang mengumpulkan dana sosial terbanyak.
Penerima hadiah adalah Dinas Tenaga Kerja, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang serta Disdikbudpora. Adapun Kecamatan yang mendapat hadiah adalah Tengaran, Suruh dan Pabelan.
Djarot menambahkan pihaknya juga menggelar musyawarah kerja (musker) untuk merencanakan program kerja tahun ini.
Dia berharap perencanaan yang matang akan menghasilkan pencapaian kinerja yang lebih baik. Masyarakat pun dapat melakukan pengawasan terhadap kinerja PMI.
“Kita akan mengetahui kebutuhan nyata sampai ke tingkat pengurus di kecamatan. Sehingga pelayanan kesehatan dan bantuan bencana akan dapat dilaksanakan lebih efisien,” kata dia. (HS-08)