in

Jenguk Korban Ambruknya MTs Muhammadiyah 4, Bupati Sragen Dorong Evaluasi Kelayakan Bangunan Sekolah

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menjenguk korban insiden ambruknya bangunan sekolah di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, yang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Rabu (13/5/2026). (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan mengevaluasi kondisi fasilitas publik, khususnya bangunan sekolah, guna memastikan keamanan bagi para siswa.

Langkah tersebut diambil, menyusul adanya insiden ambruknya bangunan sekolah di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, pada Selasa (12/5/2026) lalu.

Hal itu itu disampaikan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas saat menjenguk korban insiden ambruknya bangunan sekolah di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, yang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Rabu (13/5/2026).

Sebanyak lima korban menjalani perawatan di bangsal Tulip 4 dan Tulip 5 gedung rawat inap dan rawat jalan.

Para korban mengalami cedera ringan di bagian kepala, tangan, dan kaki akibat tertimpa reruntuhan atap bangunan sekolah.

“Menyikapi insiden ini agar tidak terulang kembali, seluruh bangunan sekolah yang membutuhkan perhatian khusus harus dicek kembali kelayakannya dan diusulkan perbaikan sesuai skala prioritas,” kata Bupati, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Kepada Bupati, salah satu korban, Khaila menceritakan saat kejadian dirinya tengah mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di dalam kelas.

Tidak lama kemudian terdengar suara atap roboh dan para siswa tidak sempat menyelamatkan diri.

“Saat itu sedang pelajaran Bahasa Inggris, tiba-tiba terdengar suara atap roboh. Saya tidak sempat lari dan terkena reruntuhan,” ujarnya.

Usai menjenguk korban di rumah sakit, Bupati Sigit melanjutkan peninjauan ke lokasi sekolah di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan.

Didampingi jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen, dirinya meninjau ruang kelas yang atapnya roboh serta mengecek kondisi bangunan sekolah lainnya.

Bangunan yang roboh diketahui merupakan ruang kelas yang digunakan siswa kelas VII. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyempatkan diri menyapa para siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Bupati Sigit menyampaikan kunjungan ke rumah sakit dilakukan untuk memastikan kondisi para korban terus membaik dan mendapatkan penanganan yang optimal.

“Kami memastikan anak-anak dan guru yang menjadi survivor kejadian robohnya sekolah ini segera sembuh dan sehat kembali. Alhamdulillah kondisi korban yang dirawat juga semakin membaik,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan membantu pembiayaan pengobatan yang tidak ditanggung BPJS.

“Kita gratiskan biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS,” tegasnya.

Terkait kondisi bangunan sekolah, Bupati Sigit menilai ruang kelas yang roboh perlu segera direnovasi dan akan dikoordinasikan bersama pihak penyelenggara pendidikan.

“Untuk kondisi bangunan tentu harus direnovasi. Kami akan berkoordinasi dengan penyelenggara pendidikan terkait, dalam hal ini Muhammadiyah,” jelasnya. (HS-08)

 

 

Lantik 191 Pejabat, Bupati Blora Minta ASN Bekerja Cepat, Tepat, Adaptif, dan Responsif

Atap MTs Ambruk dan Sejumlah Siswa Terluka, DPRD Sragen Minta Pemerintah Bisa Tentukan Prioritas Anggaran