HALO KENDAL – Wasit taekwondo wanita asal Kendal, Yuli Kurniasih, meraih penghargaan Best Refree Female (wasit terbaik wanita) pada pelaksanaan Kejuaraan Nasional Grade B Taekwondo Perang Bintang 2 Pelajar dan Mahasiswa Tahun 2026, yang dilaksanakan di Indoor Stadium Kelapa Dua Tangerang, Banten, 26 – 28 Juni 2026.
Piagam penghargaan ditandatangani Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letnan Jenderal TNI Richard TH Tampubolon, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letnan Jenderal TNI (purn) Marciano Norman, Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten, Airin Rachmi Diany, dan Ketua Pelaksana M Samchonil Ghozzi.
Atas penghargaan yang diterimanya tersebut, Yuli Kurniasih mengucapkan syukur, dan terima kasih kepada Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Kendal, yang selama ini terus memberikan dukungan, sehingga dirinya bisa meraih penghargaan dari PBTI sebagai wasit terbaik wanita di tingkat nasional.
“Saya Yuli, Alhamdulillah kemarin mendapatkan penghargaan sebagai Best Refree Female pada Kejurnas Perang Bintang dua, yang dilaksanakan di Tangerang Banten pada tanggal 26 – 28 Juli 2026. Saya amat sangat berterima kasih kepada Pengkab TI Kendal, karena selama perjalanan saya dari mulai wasit daerah menjadi wasit nasional selalu memberi support dan dukungan,” ungkapnya, Selasa (7/7/2026).
Yuli yang berasal dari Kecamatan Boja Kabupaten Kendal itu menjelaskan, untuk mendapatkan lisensi wasit nasional tidaklah mudah, karena harus menjalani pengkaderisasian wasit di tingkat daerah.
“Di daerah pun wasit harus benar-benar bisa menunjukkan performa yang terbaik, sehingga dari Pengprov TI Jawa Tengah bisa merekomendasikan untuk naik ke jenjang lebih bagus, yaitu wasit nasional, yang kemudian direkrut dan mengikuti diklat wasit nasional dari PBTI. Alhamdulillah wasit nasional di bawah naungan Pengkab TI Kendal dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, yaitu memimpin Kejurnas Perang Bintang dua,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Pengkab TI Kendal, Wibowo Heru Setiyawan mengaku bangga atas penghargaan wasit terbaik wanita nasional yang diterima Yuli Kurniasih tersebut. Menurutnya, penghargaan merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi Kendal.
“Ya ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Kendal. Karena untuk menjadi seorang wasit taekwondo nasional di Indonesia itu tidaklah mudah, apalagi bisa meraih yang terbaik. Jadi prosesnya, harus dimulai dengan mendapatkan lisensi tingkat daerah melalui Pengprov TI Jawa Tengah dulu, kemudian mengikuti diklat (pendidikan dan pelatihan) wasit tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PBTI,” ungkapnya.
Heru menjelaskan, sebelum mendaftar untuk tingkat nasional, seorang wasit harus memenuhi standar teknis yang ditetapkan PBTI. Yaitu memiliki kualifikasi sabuk hitam minimal Dan 3 Kukkiwon (dalam kondisi tertentu Dan 2 Nasional/Kukkiwon dapat dipertimbangkan, namun kategori kelulusan berbeda), serta dengan usia minimal 21 tahun dan maksimal 40 tahun.
Peserta yang memenuhi syarat, akan mengikuti pelatihan langsung (diklat). Ia menyebut, untuk kurikulum biasanya meliputi, pembaruan peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh world taekwondo (WT), pelatihan praktik (simulasi lapangan) dan teori (manajemen/leadership dan regulasi), ujian tertulis, ujian fisik, serta praktik memimpin pertandingan.
“Setelah dinyatakan lulus dalam diklat nasional, peserta akan diberikan sertifikat dan lisensi wasit nasional. Dengan lisensi ini, ia berhak memimpin pertandingan di ajang kejuaraan taekwondo berskala nasional resmi,” jelas Heru, yang juga menjabat sebagai pengurus KONI Kendal.
“Selama ini Pengkab TI Kendal aktif melaksanakan kaderisasi wasit baru, dengan kriteria minimal Dan satu yang kemudian disiapkan ke wasit daerah. Bahkan di berbagai lini, juga telah dipersiapkan, mulai dari junior,” imbuhnya.
Sebagai penutup, Heru menjelaskan, saat ini di Kendal, wasit taekwondo yang sudah berlisensi resmi, baik tingkat daerah maupun nasional berjumlah 12 wasit.
“Yang lagi dikaderisasi itu anak-anak baru, minimal Dan satu, kemudian yang disiapkan untuk ke wasit tingkat daerah ada sekitar 20 wasit aktif yang baru. Setiap hari Minggu mereka dibekali oleh Bidang Perwasitan Pengkab TI Kendal, yaitu Sabeum Khabib, supaya kaderisasi berjalan serta sesuai harapan,” jelasnya. (HS-06)

