in

Turunkan Angka Stunting, RSUD dr H Soewondo Kendal Gelar Pemeriksaan dan Pemberian PKMK

Kegiatan percepatan stunting Kabupaten Kendal melalui pemeriksaan dan PKMK pada balita stunting di RSUD dr H Soewondo Kendal, Selasa (7/7/2026).

HALO KENDAL – Upaya percepatan penurunan angka stunting ditunjukkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Soewondo Kendal, dengan menggelar layanan pemeriksaan dan pemberian PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) pada balita stunting, di Ruang Pinere, Selasa (7/7/2026).

Program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) ini menyasar kepada anak yang terindikasi stunting di wilayah Kendal melalui pemberian PKMK dengan resep dan pengawasan dari dokter spesialis anak, bersama ahli gizi.

Dokter spesialisa anak RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Loraine Harinda SpA CIMI mengatakan, PKMK adalah formula bernutrisi tinggi dan padat kalori yang dirancang untuk tata laksana kejar tumbuh (catch-up growth) pada balita stunting, gizi kurang, atau gizi buruk.

Menurutnya, PKMK diberikan kepada anak yang mengalami gagal tumbuh (weight faltering), berisiko stunting, atau sudah mengalami stunting disertai dengan masalah gizi.

“Berbeda dengan susu pertumbuhan biasa, PKMK mengandung konsentrasi makronutrien dan mikronutrien spesifik untuk mengejar ketertinggalan berat dan tinggi badan secara cepat. Untuk pemberiannya wajib di bawah resep dan pengawasan dari dokter spesialis anak,” ungkap Loraine.

Dikatakan dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kendal, selain melalui rumah sakit, program bantuan PKMK seringkali didistribusikan gratis ke puskesmas setempat, untuk balita yang terdata dalam program percepatan penurunan stunting.

Pemeriksaan balita stunting oleh dokter spesialis anak.

Untuk kegiatan yang dilaksanakan di RSUD dr H Soewondo Kendal pada bulan terakhir ini (Januari – Juli 2026), kata Loraine, melayani sekitar 30-an anak yang terdata stunting.

“Jadi mekanisme untuk kegiatan percepatan penurunan stunting di Kendal ini, dimulai dengan pendaftaran, kemudian setiap balita akan diukur berat badan, tinggi badan, dan disesuaikan dengan usianya untuk mengetahui kondisi sebenarnya sehingga dapat dinilai status gizinya,” ujarnya.

Loraine menambahkan, selanjutnya dilakukan food recall atau penelusuran makanan yang selama ini dikonsumsi balita. Karena salah satu penyebab stunting adalah pemberian makanan yang kurang tepat komposisi gizinya oleh keluarga.

Setelah pemeriksaan status gizi, balita kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis anak. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan apakah balita mengalami stunting, gizi buruk, anemia, maupun penyakit penyerta lainnya yang dapat memengaruhi pertumbuhan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, balita akan diberikan makanan tambahan, termasuk susu dengan kandungan kalori dan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak,” imbuh Loraine.

Ia juga menyebut, seluruh balita yang mengikuti kegiatan akan menjalani proses screening secara secara komprehensif, agar tenaga medis dapat mengetahui penyebab utama terjadinya stunting sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Menurut Loraine, penanganan stunting harus diketahui penyebabnya karena stunting tidak berdiri sendiri.

“Stunting bisa disebabkan anemia, penyakit jantung bawaan, hipotiroid, maupun penyakit lainnya. Oleh karena itu setiap anak harus diperiksa secara menyeluruh agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing anak,” tandasnya.

Melalui kegiatan percepatan penurunan stunting di Kendal, melalui pemeriksaan dan pemberian PKMK ini, diharapkan proses deteksi dini dan penanganan balita stunting dapat dilakukan lebih cepat sehingga mampu meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.(HS)

BPBD Batang Imbau Warga, Larang Anak Berenang di Bendungan Kramat Selama Libur Sekolah