in

Bali International Hospital di KEK Sanur Diharapkan Tingkatkan Wisatawan Domestik dan Internasional

Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Bali International Hospital, saat dibangun oleh PT Pertamina Bina Medika - Indonesia Healthcare Corporation (IHC). (Foto : Dok Pertamina)

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, mengatakan bahwa Bali International Hospital (BIH), akan jadi destinasi wisata kesehatan bertaraf internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur.

“KEK Sanur ini diharapkan bisa melayani kebutuhan tentang kesehatan, terutama bagi wisatawan, salah satunya yaitu tentang kecantikan. Ini akan menjadi tumpuan dalam meningkatkan wisatawan ke Bali,” kata dia, dalam kunjungan kerja reses Tim Komisi VI DPR RI di Denpasar, Bali, baru-baru ini.

Politisi Partai Golkar dari Dapil Bali itu, bahwa terkait operasi kecantikan, misalnya operasi hidung, para wisatawan bisa stay di Bali hingga satu minggu.

Hal itu karena harus menunggu dan membuka jahitan operasi tersebut, sehingga mereka menjadi lama tinggal di Bali terutama di KEK Sanur.

“Nah jika mereka sudah long of stay di sini. Jadi, mereka bisa sambil berwisata. Jadi tidak sekadar melakukan pengobatan saja, atau sebaliknya mereka yang berwisata bisa sambil berobat. Ino yang kami harapkan ke depannya,” tambahnya.

Tetapi, ia melanjutkan, harus ada kepercayaan dalam pengobatan tersebut. Misalnya, mencari dokter terbaik yang ada di dunia, sehingga lebih meningkatkan kepercayaan dalam pengobatan.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini, meminta agar BIH bisa merekrut dokter terbaik di dunia.

“Jadi tidak sekadar rumah sakitnya yang mewah dan memiliki peralatan yang canggih tetapi juga bisa merekrut dokter terbaik di dunia. Dampaknya nanti ini akan menjadi rumah sakit berkelas dunia,” kata dia.

Pendapat senada disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung. Dia mendorong agar BIH harus memiliki dokter terbaik level internasional.

Diketahui, Bali International Hospital (BIH) merupakan rumah sakit yang dibangun oleh PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

BIH dibangun dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. IHC sebagai Holding RS BUMN akan terus berupaya menjadikan BIH sebagai rumah sakit dengan standar pelayanan bertaraf internasional.

“Rumah sakit ini akan bertaraf internasional, harus diisi oleh dokter-dokter yang bagus, karena jika tidak punya kapasitas yang baik sama aja bohong. Sebuah rumah sakit yang bagus bukan hanya persoalan konstruksinya tetapi juga yang mengisinya, sehingga tercapainya trust untuk kesehatan,” kata Martin.

Martin menyampaikan, Indonesia mempunyai banyak rumah sakit yang mewah dan memiliki peralatan yang canggih.

Namun, yang terpenting itu bukan soal fasilitas melainkan kapasitas yang bagus. Jadi, BIH diharapkan dapat diisi oleh dokter terbaik di dunia.

“BIH ini perlu diisi oleh dokter-dokter yang terbaik di dunia. Minimum dokter tersebut punya orang yang bertugas di BIH dan dalam pengawasannya sehingga dapat meraih pangsa pasar dari dalam maupun luar negeri,” ungkap Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Lebih lanjut, Martin mengatakan bahwa pemerintah tidak sekadar membangun rumah sakit dengan teknologi yang bagus.

Namun, juga harus bisa merekrut dokter terbaik di dunia agar mendapatkan trust untuk kesehatan.

Senada dengan Martin, Plt Direktur Utama dan Direktur Medis PT Pertamina Bina Medika IHC Lia G. Partakusuma menyampaikan BIH dibangun dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, IHC sebagai Holding RS BUMN akan terus berupaya menjadikan BIH sebagai rumah sakit dengan standar pelayanan bertaraf internasional. (HS-08)

Kejar Target Produksi Migas Tahun 2030, Menteri ESDM Siapkan Jurus Ini

Polsek Kaliori dan Dandim 0720 Rembang Bersama Tanam Mangrove