HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal resmi meluncurkan Gerakan Aksi Bergizi Serentak sebagai langkah strategis mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan remaja. Program tersebut diluncurkan di SMP IT Rabbani Kendal, Jumat (17/7/2026), dan diikuti secara serentak oleh ratusan sekolah di Kabupaten Kendal.
Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang disaksikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kendal, serta perwakilan sekolah yang hadir secara langsung maupun melalui daring.
Dalam sambutannya, Bupati Dyah Kartika menegaskan bahwa kesehatan remaja, khususnya remaja putri, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, masih banyak remaja yang mengalami anemia akibat pola makan tidak seimbang, kebiasaan melewatkan sarapan, serta rendahnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada menurunnya konsentrasi dan prestasi belajar, tetapi juga meningkatkan risiko melahirkan anak stunting ketika mereka memasuki usia produktif sebagai calon ibu.
“Menjaga kesehatan dan gizi remaja sama artinya dengan menyiapkan generasi Kendal yang lebih kuat di masa mendatang. Dengan persiapan sejak jauh hari, penanganan stunting di Kabupaten Kendal akan menjadi lebih mudah,” ujar Dyah Kartika.
Selain mendorong konsumsi gizi seimbang, Bupati juga mengajak para pelajar untuk meninggalkan gaya hidup sedentari atau kebiasaan malas bergerak (mager). Ia mengimbau siswa membiasakan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari serta tidak melewatkan sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Tak hanya itu, para pelajar juga diminta lebih bijak dalam mengonsumsi makanan dan minuman kekinian yang umumnya mengandung kadar gula tinggi.
“Kegiatan ini juga menjadi edukasi agar siswa membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula untuk mencegah risiko diabetes sejak usia muda,” katanya.
Bupati menegaskan, Gerakan Aksi Bergizi Serentak tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia meminta seluruh sekolah dan tenaga pendidik terus mendampingi siswa agar pola hidup sehat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rabbani Kendal, Ikhsan Mustofa, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada SMP IT Rabbani sebagai tuan rumah peluncuran gerakan yang melibatkan 278 SMP dan SMA di Kabupaten Kendal.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Kami berharap sinergi lintas sektor ini terus diperkuat, termasuk dukungan terhadap program makan bergizi di sekolah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para peserta didik,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, menjelaskan bahwa Gerakan Aksi Bergizi Serentak merupakan bagian dari upaya menekan angka anemia di kalangan remaja.
Program tersebut mencakup edukasi mengenai pentingnya sarapan bergizi, penerapan pola hidup sehat, serta pemberian tablet tambah darah secara rutin kepada siswa.
Menurut Ferinando, pencegahan anemia menjadi langkah penting karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan berujung pada stunting di masa mendatang.
“Pemberian tablet tambah darah dilakukan secara rutin di 278 SMP dan SMA, baik sekolah negeri maupun swasta di bawah naungan Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mengedukasi para siswa mengenai pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur. Meski sebagian siswa mengeluhkan rasa obat yang kurang nyaman, pendekatan persuasif terus dilakukan agar kepatuhan konsumsi tablet meningkat.
Melalui Gerakan Aksi Bergizi Serentak, Pemkab Kendal berharap kesadaran hidup sehat di kalangan remaja semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan menjadi fondasi kuat dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal.(HS)

