in

Dibangun Lebih Bagus, Gedung Baru Ki Narto Sabdo Bisa Jadi Pusat Berkesenian dan Nguri-uri Budaya

Pembangunan gedung baru Ki Narto Sabdo yang masih dalam tahap finishing di komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Muhammad Afif mendorong penyelesaian pembangunan gedung baru Ki Narto Sabdo di Komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya agar menjadi lebih representatif.

Menurut Afif, pembangunan gedung kesenian di Kota Semarang sangat penting dilakukan mengingat Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah, sebagai pusat pengembangan kesenian dan budaya.

“Tentu dengan adanya gedung baru Ki Narto Sabdo di Komplek TBRS diharapkan bagian dari upaya untuk pelestarian dan kemajuan budaya agar tidak tertinggal dengan daerah lainnya. Apalagi Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah, tentunya pemerintah memperhatikan dalam peningkatan fasilitas yang ada di Komplek TBRS,” terang Afif, Kamis (7/7/2022).

Dikatakan Afif, gedung yang representatif sangat dibutuhkan pelaku seni untuk berekspresi dan berkesenian.

“Tentunya, ini yang harus diperhatikan dengan penggangaran dari APBD dan bentuk komitmen dari pemerintah, meskipun penyelesaian pembangunannya nantinya secara bertahap. Karena melihat dengan kondisi kemampuan angggaran Pemerintah Kota saat ini,” tambahnya.

Diharapkan, dengan dibangunnya gedung Ki Narto Sabdo ini nantinya bisa melestarikan kesenian dan budaya, khususnya Kota Semarang, dan Jawa Tengah pada umumnya.

“Sekaligus untuk nguri-uri budaya, sehingga jadi contoh daerah lainnya. Sehingga gedung yang baru akan lebih rapi, indah dan menarik,” kata Politisi PKS ini.

Setelah dibangun, pihaknya mengimbau pemerintah melakukan pengawasan, dan pemeliharaan fasilitas yang sudah lengkap.

“Jangan sampai peruntukannya dan pemakaian tidak sesuai fungsinya, pemerintah harus awasi betul, agar gedung Ki Narto Sabdo benar-benar optimal untuk peningkatan berkesenian,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono juga menambahkan, jika pembangunan gedung Ki Narto Sabdo memang membutuhkan lebih dari satu kali tahap pembangunan. Namun tetap ditargetkan tahun 2022 bisa selesai.

“Kalau kita lihat di perencanaan anggaran sepertinya sama seperti tahun lalu. Tahun lalu anggaran kurang lebih Rp 10 miliar,” jelas Suharsono.

Suharsono menyebutkan jika Kota Semarang memang perlu memperbanyak adanya gedung yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan.

“Terutama, gedung pertujukan yang dipakai untuk seniman dan pelaku seni berkesenian. Adapun penamaan gedung kesenian itu dengan nama Ki Narto Sabdo itu sendiri, memang mengambil dari nama tokoh seniman musik dan seorang dalang legendaris dari Jawa Tengah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M. Irwansyah mengatakan pembangunan gedung kesenian ini memang dilakukan selama multi years. Pada tahun 2021, pembangunan di fokuskan pada pembangunan fisik dan pada tahun kedua atau tahun 2022 ini lebih fokus pada finishing.

“Total anggarannya Rp 20 miliar. Tahap kedua ini finishing yakni lebih pada audio visual untuk mendukung pertunjukan kesenian. Awal tahun 2023, targetnya sudah bisa digunakan,” jelas Irwansyah.

Sedangkan dari segi desain, gedung kesenian ini yakni mengusung desain yang representatif layaknya pertunjukkan bertaraf internasional. Bahkan, menurut rencana nantinya di TBRS akan dibuat menjadi pusat budaya di Kota Semarang.

“Nantinya pembangunan lainnya juga dilakukan di komplek TBRS, namun kita akan melihat kemampuan dari APBD Kota Semarang yang dimiliki dan akan dijadikan satu kawasan budaya,” paparnya. (HS-06)

Diduga Korseleting Listrik, Bangunan Rumah dan Toko di Semarang Terbakar Hingga Merugi Ratusan Juta

Dinkominfo Kota Pekalongan Kembangankan Aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat