HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menilai bahwa pendidikan wawasan kebangsaan perlu diintegrasikan secara kuat ke dalam program literasi digital bagi siswa, terutama di era keterbukaan informasi dan maraknya penyebaran hoaks serta ujaran kebencian di media sosial.
Menurutnya, generasi muda saat ini sangat rentan terhadap pengaruh negatif dari konten digital, mulai dari provokasi berbasis SARA, radikalisme terselubung, hingga polarisasi politik yang merusak semangat persatuan.
“Anak-anak kita setiap hari terpapar informasi dari berbagai platform digital. Tanpa fondasi kebangsaan yang kuat, mereka bisa dengan mudah terbawa arus informasi yang menyesatkan atau bahkan memecah belah,” ujar Heri.

Heri menekankan bahwa literasi digital tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi secara teknis. Yang lebih penting membekali siswa dengan nilai-nilai kebangsaan agar mereka mampu memilah informasi secara kritis dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
“Wawasan kebangsaan adalah filter moral dalam dunia digital. Siswa harus diajarkan bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batas, yaitu pada nilai persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan,” katanya.
Heri Pudyatmoko Dorong Integrasi Pendidikan Kebangsaan dalam Literasi Digital Siswa Jateng
Ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk memadukan program literasi digital dengan pembelajaran berbasis nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, dan budaya lokal.
Kegiatan seperti diskusi toleransi, konten kreatif bertema nasionalisme, hingga pelatihan anti-hoaks bisa menjadi metode yang relevan dengan generasi digital.
“Kalau siswa diajak membuat konten yang mempromosikan keberagaman, gotong royong, atau cinta tanah air, itu akan jauh lebih membumi dan menyenangkan dibanding ceramah satu arah,” jelas Heri.
DPRD Jawa Tengah siap mendorong kebijakan yang mengintegrasikan pendidikan karakter dan literasi digital dalam sistem pembelajaran, termasuk mendukung pelatihan guru serta penyusunan modul tematik berbasis lokal.
“Kami harapkan sekolah tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tapi juga bijak secara digital dan kuat dalam nilai-nilai kebangsaan,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.(HS)