HALO KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) atau talud, untuk mengatasi tanah longsor di ruas Karanggayam–Kebakalan, tepatnya di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, baru-baru ini.
Hal itu disampaikan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, ketika meninjau penanganan jalan longsor di Clapar, setelah dirinya mengecek pembangunan Jembatan Klanthong dan distribusi air bersih di desa yang sama.
Lebih lanjut Lilis Nuryani mengatakan pembangunan talud penahan tanah tersebut, menggunakan APBD 2026 (DAU) senilai Rp1.895.000.000.
Proyek ini merupakan solusi jangka panjang, agar longsor tak terjadi lagi, sehingga mobilitas warga tetap berjalan lancar.
“Perbaikan ini agar akses mobilitas warga dan perekonomian di Karanggayam tidak terganggu. Kami pastikan pembangunannya berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat bisa melintas dengan aman tanpa rasa khawatir,” ujar Bupati Lilis, seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Pekerjaan utama ini mencakup pembangunan DPT menggunakan fondasi dan dinding beton sepanjang sekitar 35 meter guna memperkuat tebing serta badan jalan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memulihkan akses mobilitas warga secara aman dan nyaman.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, rombongan bupati juga melintasi proyek rehabilitasi talud jalan di ruas Karanggayam–Kebakalan yang berada di Desa Logandu, Kecamatan Karanggayam, yang kini telah rampung.
Proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp270 juta ini dikerjakan menggunakan konstruksi bronjong sepanjang 24 meter dengan ketinggian sekitar 4 meter.
Sebelumnya, kerusakan talud di Desa Logandu dipicu oleh hujan deras yang membuat aliran sungai meluap. Derasnya arus air mengikis tebing hingga menyebabkan longsoran yang mengancam keselamatan badan jalan.
Untuk diketahui, curah hujan tinggi pada November 2025 lalu, menyebabkan sebagian badan jalan di Clapar tersebut mengalami longsor, hingga memicu kekhawatiran warga serta pengguna jalan.

Jembatan Klanthong
Sebelumnya, Bupati Kebumen kembali meninjau progres pembangunan Jembatan Klanthong, di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan.
Infrastruktur di ruas Jalan Tembono – Peniron ini, sebelumnya sempat rusak parah sejak tahun 2025 dan sempat ditinjau langsung oleh Bupati pada April 2026 lalu.
Kini, akses vital yang menghubungkan wilayah Kebumen hingga Peniron melalui sisi barat Sungai Lukulo tersebut resmi memasuki tahap pengerjaan fisik.
Proyek pelebaran jembatan ini dikerjakan oleh penyedia jasa CV Assa Engineering dan diawasi oleh konsultan CV Truss, dengan nilai kontrak sebesar Rp1,12 miliar.
Berdasarkan data pelaksanaan, proyek yang berjalan selama 106 hari kalender ini ditargetkan rampung pada 11 Desember 2026.
Meski pengerjaan sempat membuat warga harus memutar melalui Jembatan Merah Putih Karangsambung ataupun jalan perbukitan, pelaksana proyek kini telah menyediakan jembatan darurat khusus bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
Keberadaan jembatan darurat ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat.
“Kemarin kan saya ditagih terus kapan diperbaiki, nah ini sekarang sudah mulai dikerjakan ya, bapak ibu,” ujar Bupati di lokasi proyek.
Salah seorang warga Desa Peniron, Taufiq turut menyampaikan rasa terima kasih atas dimulainya proyek ini, terlebih dengan disediakannya jalur alternatif sementara yang sangat membantu aktivitas harian warga
“Lokasinya dekat sekali dengan sekolah, yaitu SMPN 2 Pejagoan. Jadi, setiap hari anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah bisa lebih mudah, begitu juga dengan warga yang ingin bepergian ke kota,” ungkap Taufiq.
Berdasarkan laporan evaluasi pekerjaan mingguan periode 16 September 2026, progres proyek tercatat menunjukkan deviasi positif sebesar +9,98 persen, dengan realisasi fisik yang meliputi pekerjaan bongkaran, galian tanah, pasangan batu kosong, pasangan batu, hingga pengecoran beton untuk struktur. (HS-08)


