in

Tujuh Tempat Seru untuk Menikmati Perayaan Malam Tahun Baru di Semarang, Ini Lokasinya

Landmark Taman Nol Kilometer yang berada di Kawasan Kotalama Semarang diresmikan oleh Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, baru-baru ini.

PENGHUJUNG tahun 2024 sudah ada di depan mata yang akan berganti menuju tahun 2025 tinggal hitungan hari. Dalam menyambut tahun baru, banyak masyarakat yang sudah merencanakan untuk ikut merayakannya bersama keluarga maupun kerabat. Tidak terkecuali di Kota Semarang, dalam menyambut tahun baru, bisa memilih berbagai acara di luar rumah. Biasanya banyak tempat atau lokasi yang cocok dan menarik untuk dikunjungi, dan sayang untuk dilewatkan tanpa kesan.

Adapun lokasi atau destinasi yang wajib ada di daftar rencana para pelancong atau wisatawan saat di Kota Semarang adalah sebagai berikut:

1. Simpang Lima Semarang

Kawasan Simpang Lima yang berada di pusat Kota Semarang sudah menjadi ikon wisatawan saat bertandang ke Kota Semarang. Dan juga menjadi salah satu tempat berkumpul yang sangat familiar.

Begitu pula, saat pada malam tahun baru pun, kawasan Simpang Lima menjadi spot favorit untuk merayakan pergantian tahun. Momen ini, selalu dipadati oleh warga Kota Semarang, dan tentu saja ada pedagang kaki lima yang meramaikan malam tahun baru di Simpang Lima.

Biasanya, akan ada panggung hiburan musik di kawasan Simpang Lima pada setiap malam tahun baru. Kemudian, kawasan ini juga menyelenggarakan pesta kembang api ketika tengah malam. Nah, jika ingin berencana untuk mengunjungi kawasan Simpang Lima di tahun baru, harus memperhatikan infomasi, terkait jalan masuk kawasan Simpang Lima biasanya sudah ditutup sejak pukul 18.00. Untuk itu, pengunjung harus berjalan kaki jika ingin memasuki kawasan Simpang Lima.

2. Bukit Gombel

Selain di Kawasan Simpanglima, wisatawan juga bisa merayakan malam tahun baru yang terletak di kawasan Atas, tepatnya di Bukit Gombel. Dari kawasan ini bisa melihat pesta kembang api dari berbagai sudut Kota Semarang dengan latar belakang pemandangan lampu-lampu Kota Semarang.

Suasana keramaian pun juga akan ditemui saat momen perayaan Tahun Baru maupun akhir pekan, banyak masyarakat yang datang sekedar untuk refreshing.

Taman Bukit Gombel ini tidak jauh dari Taman Tabanas, atau di Jalan Setiabudi, yang ditandai dengan Tugu Tabanas yang berdiri kokoh menjulang. Menurut pengunjung saat ditemui, Adi mengatakan, dirinya selalu ke tempat tersebut jika ada waktu senggang. Karena, suasana nyaman untuk sekedar nongkrong dan berkumpul bersama teman-temannya.

3. Pantai Marina.

Pantai Marina adalah pantai di Semarang yang selalu dipadati pengunjung setiap harinya. Namun, jumlah pengunjung Pantai Marina di malam tahun baru bisa melonjak drastis dari hari biasanya. Sebab, pengunjung akan disuguhi pesta kembang api secara gratis sekaligus merayakan tahun baru di tepi pantai. Setiap perayaan tahun baru tersebut akan menjadi suasana yang sangat berkesan bagi pengunjung. Apalagi lokasinya yang dekat dengan kawasan Pearl of Java (POJ) City.

Apalagi, ada banyak pedagang kaki lima yang turut meramaikan suasana dengan menjajakan berbagai makanan, dari makanan ringan hingga makanan berat. Selain itu, pengunjung pun juga bisa menikmati pesta kembang api sambil menyantap kuliner di warung-warung sekitar pantai ditemani semilir angin laut.

4. Taman Tirto Agung

Tak kalah dengan tempat lainnya, saat perayaan tahun baru, Taman Tirto Agung di Semarang juga menjadi tempat favorit masyarakat untuk berkumpul. Baik, dari muda-mudi hingga keluarga, turut meramaikan tahun baru dengan suka cita di Taman Tirto Agung.

Di tempat ini juga ada area bermain untuk anak-anak yang ikut serta orang tuanya merayakan pergantian tahun. Selain itu, pengunjung juga tidak perlu takut kelaparan, karena ada banyak warung makan yang murah di sekitar Taman Tirto Agung. Dengan area taman yang cukup luas, pengunjung bisa bersantai sambil menikmati beragam kuliner dan jajanan khas yang ditawarkan.

5. PRPP Jateng

PRPP Jateng adalah singkatan dari Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan Jawa Tengah. Tempat ini menjadi tempat tahun baru yang hits di Kota Semarang. Biasanya, di bulan Desember, sebelum puncak perayaan tahun baru, di PRPP Jateng juga ada banyak acara yang khusus diselenggarakan untuk menyambut tahun baru. PRPP Jateng memang memiliki daya tarik tersendiri.

Terutama dengan adanya pesta kembang api yang meriah. Jadi pas untuk mengajak teman, keluarga, dan pasangan untuk berbaur dengan pengunjung lainnya di malam pergantian tahun nanti.

6. Jembatan Banjir Kanal Barat (BKB).

Jembatan Banjir Kanal Barat atau BKB masih terbilang baru untuk disebut sebagai tempat tahun baru. Sebab, dulunya Jembatan Banjir Kanal Barat tidak seramai sekarang. Setelah dibangun bridge fountain atau air mancur menari pada tahun 2018, tempat ini menjadi tempat rekreasi atau sport tourism bagi masyarakat. Bahkan, tempat ini dipakai turnamen balap sepeda oleh Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) dengan ribuan atlet sepeda, baik peserta lokal, nasional hingga mancanegara.

Kota Semarang, pusat perayaan tahun baru memang ada di Simpang Lima. Namun, kamu juga bisa mencari suasana yang berbeda dengan datang ke kawasan Semarang Nol Kilometer.

7. Taman Nol Kilometer

Perayaan tahun baru yang digelar setiap tahun biasanya berjalan dengan sangat meriah di kawasan Kantor Pos Johar sampai ke Jembatan Berok. Tak hanya, Menyaksikan momen pesta kembang api ketika tengah malam dan ada banyak pedagang kaki lima yang menjajakan makanan.

Dengan taman yang dibangun sekarang lebih megah dengan landmark baru dilengkapi kolam dan air yang mengalir, bisa jadi lokasi untuk menikmati suasana malam yang berada di sekitar kawasan Kota Lama Semarang. Taman ini tidak jauh dari Gedung Keuangan Negara di Jalan Pemuda, Kota Semarang.

Taman ini diresmikan oleh WaliKota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Dan kawasan ini, punya sejarah panjang yakni pertemuan wilayah Semarang lama dan modern. Dimana dulunya, titik nol kilometer ini ditinggali banyak etnis dan budaya yang berbeda.

“Pertama berdiri Kampung Kauman, di sana dikenal merupakan kaum cendekiawan, sehingga banyak orang belajar disana karena menuntut ilmu di Ponpes. Banyak juga orang yang naik haji, salah satu akses atau transportasi saat itu hanya melalui pelabuhan jalur laut, yang namanya pelabuhan Tanjung Emas. Dulu, kan butuh waktu lama untuk sampai ke tanah suci, sebulan berangkat, dan butuh sebulan lagi untuk pulang,” jelas Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Sehingga di sekitar pelabuhan atau di Kotalama ini, lanjut Mbak Ita, tumbuh sebagai pusat perdagangan dan keramaian masyarakat. (HS-06)

Situasi Arus Lalu Lintas Puncak Mudik Nataru di Jateng Aman dan Lancar

Ratusan Burung dari Regional Jateng – DIY Ikuti Festival Burung Berkicau Piala Dandim Kendal