HALO SEMARANG – Universitas Hindu Negeri (UHN) IGB Sugriwa Denpasar, kini membuka jalur resmi untuk mengkonversi pengalaman kerja menjadi gelar sarjana, melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi telah menerbitkan sertifikat kelayakan penyelenggaraan RPL Tipe A, untuk tujuh program studi Sarjana di UHN IGB Sugriwa, berlaku pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Ketujuh program studi tersebut adalah: Hukum Hindu, Ilmu Komunikasi Hindu, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Industri Perjalanan, Teologi Hindu, Filsafat Hindu, dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).
RPL Tipe A adalah mekanisme resmi dari pemerintah yang memungkinkan seseorang mendapatkan pengakuan akademik atas pengalaman kerja, pelatihan, dan kompetensi yang telah dimiliki selama bertahun-tahun.
Artinya, jam terbang di dunia kerja tidak lagi sekadar menjadi portofolio, melainkan dapat dikonversi menjadi kredit akademik yang diperhitungkan dalam proses penyelesaian gelar sarjana.
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terhalang oleh waktu, jarak, dan kesibukan kerja dalam menyelesaikan pendidikan formal.
Dengan jalur RPL, proses studi menjadi lebih efisien, terukur, dan tetap berstandar nasional.
Diterbitkannya tujuh sertifikat RPL sekaligus ini merupakan bukti nyata komitmen Kementerian Agama RI dalam memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan yang inklusif dan berdampak. UHN IGB Sugriwa sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) di bawah naungan Kemenag RI kini menjadi salah satu institusi terdepan dalam implementasi kebijakan RPL secara menyeluruh.
Capaian ini selaras dengan arah kebijakan Kemenag dalam mendorong pendidikan tinggi yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pekerja, praktisi, dan profesional yang selama ini belum berkesempatan menyandang gelar sarjana secara formal.
Bagi masyarakat yang sudah berpengalaman di bidang pendidikan, hukum, komunikasi, pariwisata, maupun keagamaan Hindu, inilah saat yang tepat untuk mengkonversi pengalaman menjadi Gelar Sarjana.
Pengalaman dan kompetensi yang telah dibangun bertahun-tahun kini dapat diakui secara akademik dan mengantarkan meraih gelar Sarjana secara resmi dan bermartabat. (HS-08)

