HALO SEMARANG – Gelaran Semarang Night Carnival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai panggung budaya kelas dunia. Menjadi puncak perayaan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang, karnaval malam spektakuler ini akan diikuti peserta dari sedikitnya 15 negara.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses konfirmasi dari sejumlah delegasi internasional yang masih berlangsung.
“Per Kamis (23/4), sudah ada sekitar 15 negara yang memastikan hadir, mulai dari Inggris, Prancis, Belanda, Jepang, hingga negara Afrika seperti Ghana, Sierra Leone, dan Libya. Antusiasmenya sangat luar biasa,” ujarnya.
Para peserta mancanegara yang mayoritas merupakan pelajar program pertukaran budaya akan tampil dalam satu defile khusus. Mereka akan mengenakan kostum nasional sambil membawa bendera masing-masing negara, menambah semarak parade yang sarat nuansa global.
Agustina menyebut kehadiran peserta internasional menjadi warna tersendiri yang memperkuat semangat keberagaman di Kota Semarang.
“Sebanyak 55 peserta internasional akan bergabung dengan ratusan peserta lokal. Ini bukan sekadar karnaval, tetapi juga misi diplomasi budaya. Seni menjadi jembatan persaudaraan lintas negara,” katanya.
Secara keseluruhan, SNC 2026 akan melibatkan sekitar 650 peserta, mulai dari komunitas lokal, taruna Akademi Kepolisian, delegasi daerah, hingga perwakilan luar negeri.
Tahun ini, kualitas penyelenggaraan juga meningkat setelah SNC resmi masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN), yang menempatkannya sebagai salah satu dari 125 event unggulan nasional.
“Status ini menjadi bukti bahwa SNC memiliki standar nasional. Kami mengundang masyarakat untuk menyaksikan langsung kemeriahannya,” tambah Agustina.
Mengusung tema “Miracle of Recycle”, parade akan dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pukul 18.30 WIB. Rute karnaval akan melintasi Tugu Muda dan Jalan Pandanaran, hingga berakhir di Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Pemkot Semarang berharap SNC 2026 tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata budaya yang inklusif dan mendunia.
“Mari kita jadikan SNC sebagai panggung kebanggaan bersama. Tunjukkan keramahan warga Semarang kepada dunia,” pungkasnya.(HS)


