in

Halte BRT Mangkrak, Pengunjung Minta Akses ke Semarang Zoo Diperbaiki

Halte BRT Trans Semarang tidak beroperasional melayani naik- turun penumpang sehingga mangkrak.

HALO SEMARANG – Sejumlah pengunjung Semarang Zoo atau Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang berharap halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang sudah lama tidak berfungsi dapat segera diaktifkan kembali. Keberadaan halte dinilai penting untuk mempermudah akses menuju destinasi wisata edukasi tersebut tanpa harus menyeberang jalan besar dari Terminal Mangkang.

Salah satu pengunjung, Adam, mengaku kesulitan mencapai lokasi karena tidak adanya halte aktif di dekat kawasan Semarang Zoo. Menurutnya, kondisi ini cukup menyulitkan, terutama bagi pengunjung yang membawa keluarga.

“Kalau halte beroperasi, penumpang bisa turun dekat lokasi wisata. Jadi tidak perlu menyeberang jalan besar dari Terminal Mangkang, apalagi kalau bawa keluarga. Lalu lintasnya juga ramai,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi cuaca juga kerap menjadi kendala. Pengunjung yang menggunakan transportasi umum harus berjalan dan menyeberang di tengah panas maupun hujan, sehingga membuat perjalanan terasa kurang nyaman.

“Kalau naik motor mungkin lebih mudah. Tapi kalau naik BRT jadi agak repot, apalagi harus turun di terminal dan tidak ada akses langsung ke kebun binatang,” keluhnya.

Adam berharap layanan halte di sekitar Semarang Zoo dapat kembali diaktifkan, bahkan jika perlu ditambah rutenya, agar masyarakat lebih mudah menjangkau lokasi wisata tersebut.

Hal senada disampaikan pengunjung lainnya, Farida. Ia mengaku baru kembali berkunjung ke Semarang Zoo setelah sebelumnya datang sebelum pandemi Covid-19. Kali ini, ia memilih datang usai libur Lebaran untuk menghindari keramaian.

“Kalau pas liburan kemarin khawatir terlalu ramai, jadi pilih datang setelahnya,” katanya.

Farida mengapresiasi sejumlah pembenahan yang telah dilakukan di kawasan kebun binatang tersebut. Ia menilai suasana kini lebih asri, teduh, dan nyaman untuk rekreasi keluarga.

“Sekarang lebih bagus dan sejuk. Suasananya seperti di alam, tenang, hanya terdengar suara burung dan satwa,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pengelolaan Semarang Zoo terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan kebun binatang di kota-kota besar lainnya.

“Harapannya terus ada perbaikan. Akan lebih baik lagi kalau bisa seperti kebun binatang di kota lain. Apalagi lokasinya strategis, dekat jalan nasional dan pintu tol Kalikangkung,” pungkasnya.(HS)

Harga Plastik Naik, Pemprov Jateng Pastikan Tak Ada Penimbunan dan Dorong Bioplastik

Kreweng Jadi “Mata Uang”, Cara Warga Kendal Ajarkan Syukur dan Berbagi pada Anak