HALO JAKARTA – Seluruh anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Indonesia diminta tidak hanya sekadar menyampaikan berita, tetapi juga tampil sebagai pemandu informasi yang sehat, objektif, dan dapat dipercaya publik.
Arahan tersebut disampaikan Ketua Umum SMSI, Firdaus, saat memberikan pemaparan strategis kepada jajaran pengurus dan anggota SMSI di Jakarta, belum lama ini.
Hal itu ia tegaskan dalam menghadapi derasnya arus informasi digital dan meningkatnya pengaruh geopolitik global terhadap kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Firdaus juga memetakan berbagai pengaruh politik global, dinamika nasional, hingga arah perubahan industri media yang dinilai akan menentukan masa depan pers Indonesia.
“Media tidak boleh hanya mengejar kecepatan. Di tengah banjir informasi dan maraknya disinformasi, media harus menjadi penunjuk arah yang benar bagi masyarakat,” tandasnya.
Menurut Firdaus, perubahan global yang bergerak sangat cepat menuntut insan pers memiliki ketajaman membaca situasi serta kemampuan menjaga independensi.
“Jika tidak, media berisiko terseret kepentingan tertentu dan kehilangan fungsi utamanya sebagai penyaji informasi yang akurat dan berimbang,” imbuhnya.
Firdaus kembali menegaskan, anggota SMSI harus mampu merespons berbagai perubahan dengan meningkatkan kualitas jurnalisme, memperkuat profesionalisme, serta menjaga integritas pemberitaan.
“Langkah ini penting agar media siber tetap menjadi sumber informasi terpercaya di tengah maraknya konten media sosial yang kerap tidak terverifikasi,” tegasnya.
Instruksi tersebut, lanjut Firdaus, sekaligus menjadi sinyal bahwa SMSI ingin mengambil peran lebih besar dalam menjaga kualitas ruang publik digital.
Selain itu, dengan jaringan ribuan media siber di berbagai daerah, SMSI menargetkan terciptanya ekosistem pers yang lebih adaptif, independen, dan mampu menjawab tantangan perubahan global tanpa kehilangan marwah jurnalisme yang berintegritas.
“Di saat masyarakat semakin sulit membedakan antara fakta, opini, dan propaganda, SMSI diharapkan menjadi benteng terakhir yang menjaga akurasi informasi dan kepentingan publik,” pesan Firdaus.(HS)

