in

500 Pengunjung Padati Gramedia Jalma Semarang, Baca Senyap Jadi Bukti Geliat Literasi Kota Atlas

Pengunjung larut membaca buku saat event Membaca Senyap di acara pembukaan Gramedia Jalma Semarang, Jalan Pandanaran, Sabtu (13/7/2026).

SEDIKITNYA 500 pengunjung memadati Gramedia Jalma Semarang di Jalan Pandanaran pada Sabtu (13/6/2026). Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan Baca Senyap (Silent Reading) yang menjadi pembuka perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), sekaligus menandai kehadiran Gramedia Jalma di Kota Semarang.

Sejak pagi, lantai dua Gramedia Jalma Semarang dipenuhi peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga orang tua. Suasana yang semula ramai perlahan berubah hening ketika ratusan peserta mulai larut membaca buku pilihannya masing-masing di sudut favorit yang mereka tempati.

Antusiasme masyarakat tersebut menjadi penanda bahwa budaya literasi di Kota Semarang masih tumbuh dan memiliki ruang yang kuat untuk berkembang. Kehadiran Gramedia Jalma pun diharapkan menjadi wadah baru bagi aktivitas kreatif, produktif, sekaligus ruang perjumpaan bagi para pencinta buku.

Manager Produksi dan Redaksi KPG, Christina M. Udiani, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa Semarang memiliki ekosistem literasi yang hidup dan terus bertumbuh.

“Sebagai bagian dari Kompas Gramedia, kami senantiasa berusaha memelihara api literasi melalui ruang-ruang perjumpaan yang bermakna seperti Gramedia Jalma Semarang ini. Dukungan luar biasa dari komunitas dan warga Semarang menjadi indikasi bahwa ekosistem literasi di kota ini sangat hidup. Semoga antusiasme membaca ini menjadi amunisi untuk menjaga kewarasan nalar dan keberanian mengambil sikap,” ujar Christina di sela kegiatan.

Rangkaian perayaan ulang tahun ke-30 KPG di Semarang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juni 2026, dengan mengusung tema “Belajar Membaca, Belajar Bernalar.”

Kegiatan Baca Senyap menjadi agenda pembuka yang dipilih KPG untuk mengajak masyarakat kembali menikmati pengalaman membaca secara khusyuk di tengah hiruk-pikuk kehidupan digital.

Tradisi Baca Senyap sendiri telah menjadi bagian dari perayaan ulang tahun KPG sejak 2025. Saat pertama kali digelar di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta, kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Tahun ini, jumlah peserta di Semarang melonjak hingga mencapai 500 orang.

Gerakan Baca Senyap di Indonesia dipopulerkan oleh Hestia Istiviani, Duta Baca Jakarta 2023, yang terinspirasi dari gerakan Silent Book Club yang berkembang di Amerika Serikat.

Misteri BOBO

Tak hanya menyasar pembaca dewasa, KPG juga menghadirkan berbagai kegiatan literasi untuk anak-anak. Salah satunya melalui program interaktif bertajuk “Pecahkan Kasus Misteri: Penghuni Rumah Kosong.”

Kegiatan ini menggabungkan storytelling dan permainan detektif untuk mengajak anak-anak usia 7 hingga 12 tahun mengasah kemampuan berpikir kritis dan bernalar.

Cerita misteri karya Benny Rhamdani yang termuat dalam Kumpulan Cerita Misteri BOBO dibawakan oleh pendongeng muda Salsabilla Nadifa Setiawan. Setelah mendengarkan kisah tersebut, peserta diajak memecahkan berbagai teka-teki yang telah dirancang oleh komunitas pecinta cerita misteri, Detectives.id.

Acara semakin meriah dengan kehadiran Duta Baca Semarang 2024, Aisha Rheavashti Alulazaki, yang bertindak sebagai pembawa acara.

Editor Kiddo, lini penerbitan buku anak KPG, Pradikha Bestari, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga menjadi ruang nostalgia bagi para orang tua yang tumbuh bersama cerita-cerita BOBO.

“Keseruan masa kecil yang pernah dirasakan orang tua bisa dibagikan kembali kepada anak-anaknya. Harapannya, kegiatan seperti ini juga dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak,” katanya.

Pada hari terakhir perayaan, Senin (15/6/2026), KPG akan menggelar diskusi buku bertajuk “Hidup di Tanah Rawan Bencana Iklim.”

Bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR), diskusi ini mengajak masyarakat memahami dampak perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan kota-kota pesisir, termasuk Semarang.

Sejumlah narasumber akan hadir, di antaranya Falasifah (Direktur PT Alga Bioteknologi Indonesia/ALBITEC), Immakulata Soraya (Staf Komunikasi IESR), dan Andya Primanda (Editor buku Kitab Iklim).

Diskusi tersebut merujuk pada gagasan yang dihimpun aktivis lingkungan dunia Greta Thunberg dalam buku Kitab Iklim, yang merangkum pandangan lebih dari seratus ilmuwan, pakar, peneliti, dan aktivis mengenai penyebab serta solusi menghadapi krisis iklim global.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-30 KPG di Gramedia Jalma Semarang dapat diikuti secara gratis dan terbuka untuk umum.

Tak hanya itu, hingga 15 Juni 2026, pengunjung yang membeli buku-buku KPG senilai minimal Rp250.000 berkesempatan mendapatkan satu buku gratis melalui program Blind Date with a Book, yakni memilih buku misterius berdasarkan petunjuk kecocokan yang disediakan.

Pembelian tersebut juga memperoleh potongan harga hingga 25 persen, ditambah diskon 5 persen bagi pengguna aplikasi MyValue.

Memasuki usia tiga dekade, KPG terus berkomitmen menghadirkan buku-buku yang mendorong lahirnya dialog, rasa ingin tahu, serta pemikiran kritis mengenai berbagai isu sosial, budaya, pendidikan, hingga sains. Melalui rangkaian kegiatan di Gramedia Jalma Semarang, KPG berharap semakin banyak masyarakat menjadikan membaca bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari untuk belajar, bertumbuh, dan bernalar bersama.(HS)

Anggota SMSI Diminta Jangan Hanya Penyampai Berita Tapi Jadi Pemandu Informasi yang Sehat, Objektif, dan Dipercaya

Kembali Raih WTP, OPD Kendal Diminta Terus Tingkatkan Pelayanan Masyarakat