HALO BOYOLALI – Bupati Boyolali Agus Irawan, kembali menyalurkan bantuan pertanian berupa benih jagung hibrida sebanyak 2,82 ton di wilayah Kecamatan Musuk.
Penyerahan bantuan dalam rangka memperkokoh ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tersebut, dilaksanakan di Aula Kecamatan Musuk, Senin (27/7/2026).
Bupati Agus berharap, dengan bantuan yang diserahkan hari ini dapat menambah kesejahteraan para petani jagung.
Pihaknya juga menyampaikan, kedepannya akan diserahkan pula bantuan alat pertanian secara bertahap.
Untuk proses pemasarannya, Bupati Agus memastikan bahwa Perum Bulog sanggup menampung seluruh hasil panen jagung dari para petani.
Dia juga menjelaskan, jika bantuan alat pertanian saat ini akan diterimakan kepada Kelompok Tani.
“Dengan nanti koordinasi dan komunikasi yang baik antara Pemerintah Desa, warga masyarakat, keluhan-keluhan dari petani insyaallah bertahap akan kita selesaikan, sehingga nanti petaninya lebih sejahtera lagi otomatis Kabupaten Boyolali juga maju,” kata Bupati Agus, seperti dirilis boyolali.go.id.
Adapun para penerima bantuan pada hari ini adalah Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan dari Desa Kembangsari, Poktan Suko Makmur dari Desa Sukorejo, dan Poktan Tani Subur dari Desa Pager Jurang.
Selanjutnya Poktan Tani Barokah dari Desa Musuk, Poktan Kebon Gulo I dari Desa Kebon Gulo, dan yang terakhir adalah Poktan Wonokoyo dari Desa Sruni.
Meningkatkan Produktivitas
Menyambut kehadiran Bupati Agus, Camat Musuk Sugiyanto mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali kepada para petani yang ada di Kecamatan Musuk.
Ia berharap dengan adanya bantuan ini akan meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan pendapatan para petani jagung.
Tak lupa, Sugiyanto berpesan kepada para petani yang menerima bantuan, untuk terus bersinergi dengan para Penyuluh pertanian, Kepala Desa dan para pemangku kepentingan agar berhasil dalam pertaniannya.
“Harapan saya kedepan semoga pertanian di Kecamatan Musuk setelah menerima bibit ini nanti tentunya akan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kaitannya dengan penanaman jagung, dan tentunya akan dapat meningkatkan pendapatan khususnya masyarakat petani jagung,” ungkap Sugiyanto. (HS-08)


