HALO TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Tegal dan Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tegal, menerima tanda penghargaan Gerakan Pramuka berupa lencana Darma Bakti.
Ketua Mabicab Kota Tegal, mendapat lencana tanda penghargaan Darma Bakti Nomor:15475 / 2026 sedangkan Ketua Kwarcab Kota Tegal mendapat lencana tanda penghargaan Darma Bakti Nomor:15474 / 2026.
Lencana Tanda Penghargaan gerakan pramuka diserahkan dan disematkan langsung oleh Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Bidang Bela Negara, Mental dan Spiritual, Widagdo Hendro Sukoco, pada upacara puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, yang digelar di Stadion Sepak Bola Gor Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (10/9/2026).
Usai upacara, Ketua Mabicab Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono didampingi Ketua Kwarcab Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kwarnas yang telah mempercayakannya untuk mendapatkan penghargaan Darma Bakti.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada Kwarnas yang memberikan penghargaan terhadap kami berdua untuk penghargaan Darma Bakti atas dedikasinya, keaktifannya untuk kepramukaan di Kota Tegal melalui Kwarda Jawa Tengah,” kata dia, seperti dirilis tegalkota.go.id.
Dedy Yon berharap dengan penghargaan ini kedepan pihaknya berkomitmen untuk lebih memajukan lagi kepramukaan di Kota Tegal.
Sementara itu, Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Bela Negara, Mental dan Spiritual, Widagdo Hendro Sukoco selaku pembina upacara membacakan sambutan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Dalam sambutannya, Ketua Mabida Jawa Tengah menyampaikan bahwa hari itu adalah momentum untuk merefleksikan kembali semangat pengabdian dan tanggungjawab gerakan pramuka dalam membentuk generasi muda Jawa Tengah.
“Jawa Tengah memiliki semangat pembangunan yang kita kenal dengan ngopeni dan nglakoni semangat tersebut sangat relevan dengan jiwa gerakan Pramuka,” ujarnya
Dijelaskan bahwa ngopeni berarti merawat, termasuk merawat lingkungan hidup serta merawat fasilitas umum, merawat persaudaraan, merawat kurukunan dan merawat kebhinekaan. “Jangan sampai kita hanya pandai membangun tetapi tidak mampu merawat apa yang telah dibangun. Jangan sampai kita memiliki kemajuan teknologi tetapi kehilangan kepedulian sosial,” tegasnya.
Selanjutnya Nglakoni artinya berbuat, bekerja dan hadir memberikan solusi. “Pramuka harus menjadi organisasi pendidikan karakter yang hadir dan bekerja nyata ditengah masyarakat.
Pramuka juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan penanganan stunting hingga kesiapsiagaan bencana,” pungkasnya.(HS-08)


