HALO KENDAL – Dalam rangka memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang pekerjaan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal menggelar pelatihan multimedia bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan desa-desa di Kecamatan Patebon.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pelatihan bertujuan, untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang pekerjaan agar dapat dilakukan secara lebih cepat, Tektif, dan efisien.
“Materi yang diberikan meliputi desain grafis, editing video, hingga penggunaan aplikasi Zoom,” ujarnya.
Wahyu berharap, pelatihan menjadi sarana pembelajaran yang dapat diterapkan peserta dalam pekerjaan sehari-hari.
“Nantinya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi Bapak dan Ibu sekalian. Saya berharap, ilmu dan +engetahuan yang telah diperoleh dalam egiatan ini dapat dipahami dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ungkapnya.
Wahyu menilai, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat aparatur pemerintah harus mampu beradaptasi, agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kita juga harus mampu beradaptasi dan bekerja dengan cepat, efektif, dan efisien. Oleh karena itu, saya berharap pelatihan ini dapat Teningkatkan kemampuan Bapak dan Ibu dalam memanfaatkan teknologi digital,” tandasnya.
Melalui pelatihan ini, Diskominfo Kendal berharap peserta mampu meningkatkan keterampilan multimedia untuk mendukung Tublikasi, komunikasi, dan pelayanan informasi di lingkungan pemerintahan.
Sementara itu, narasumber materi desain grafis, Komang Verdiansyah menjelaskan, desain memiliki peran penting dalam publikasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Desain untuk instansi pemerintah tidak hanya mengutamakan tampilan menarik saja, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan secara elas dan mudah dipahami,” ujarnya.
Pada materi editing video, narasumber Bayu Fajariyanto menjelaskan, editing merupakan proses mengolah rekaman mentah menjadi video yang ringkas, menarik, dan mudah dipahami.
Dikatakan, para peserta belajar bisa memilih bagian penting, memangkas rekaman yang tidak diperlukan, serta mengatur alur cerita.
“Intinya, editing video bukan sekadar menambahkan efek. Proses ini mengolah gambar, suara, teks, musik, dan tempo agar san dapat disampaikan kepada penonton Becara jelas, menarik, dan efektif,” jelas Bayu.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan CapCut versi PC untuk mendukung proses editing. Ia menekankan pentingnya storytelling, kualitas audio, musik yang sesuai, serta pembukaan video yang menarik.(HS)


