in

Semarang Zoo Berpotensi Kehilangan Banyak Omzet Saat Libur Lebaran Nanti

Pengunjung melihat koleksi satwa di Semarang Zoo saat libur Lebaran tahun lalu.

 

HALO SEMARANG – Kebun binatang milik Pemkot Semarang, Semarang Zoo selama ini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang, yang ramai dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran.

Setidaknya, setiap hari ada sekitar 5.000 pengunjung yang menyaksikan beraneka satwa di tempat wisata yang akrab dengan nama Bonbin Mangkang itu saat libur Lebaran.

Namun Lebaran 1441 Hijriah ini, pengelola Semarang Zoo belum memastikan apakah akan membuka pelayanan atau tidak. Hal itu karena masih adanya wabah corona yang menjadi momok masyarakat Indonesia maupun dunia.

Direktur Semarang Zoo, Samsul Bahri Siregar mengatakan, hingga saat ini belum ada kepastian kapan Semarang Zoo akan buka kembali dan menerima kunjungan dari wisatawan.

“Kami masih menunggu instruksi dari pemerintah. Bahkan Lebaran mau buka atau tutup kami belum tahu. Kalau instruksinya tutup ya tutup, kalau buka ya buka,” katanya, baru-baru ini.

Sementara, jika libur Lebaran nanti kebun binatang belum diperbolehkan untuk buka, maka Semarang Zoo akan kehilangan potensi 5.000 kunjungan wisatawan per hari.

Sebagai informasi, selama ini pada akhir pekan, kunjungan wisatawan mencapai 1.000 hingga 3.000. Adapun, pada hari biasa mencapai 300 pengunjung.

“Kondisi ini memang menyulitkan bagi kami. Tapi kami tetap akan mematuhi instruksi pemerintah,” katanya.

Pandemi wabah Covid-19 memang berdampak luas bagi dunia usaha. Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, dampak itu juga dirasakan pengelola kebun binatang milik Pemkot Semarang tersebut.

Samsul Bahri Siregar mengatakan, selama pandemik Covid-19 seluruh sektor pariwisata terdampak dan mengalami penurunan pendapatan, termasuk kebun binatang. Namun khususnya untuk kebutuhan dan biaya makan satwa di Semarang Zoo pihaknya tak mengalami kendala.

Untuk diketahui, jatah makan satwa yang ada di Semarang Zoo dibutuhkan biaya sebesar Rp 120 juta/bulan. Nilai tersebut untuk kebutuhan makan sebanyak 286 ekor satwa. Bahan makanan tersebut adalah daging, buah, rumput, dan lainnya.

“Sebab kami punya 12 ekor harimau, 2 ekor singa, 32 ekor buaya, dan beragam burung pemakan daging. Jadi setiap bulan kebutuhan daging ayam mencapai 1,2 ton, daging sapi sekitar 5-6 kilogram/hari. Selain itu, kami juga butuh menyediakan rumput, buah-buahan, sayur, pelet, dan lainnya,” jelas Samsul.

Kebutuhan tersebut saat ini dicukupi oleh Pemkot Semarang dan stoknya masih aman hingga akhir tahun 2020.

Namun pada masa paceklik akibat wabah corona ini, Semarang Zoo terpaksa harus merumahkan 12 pekerja. Mereka mayoritas pekerja lapangan seperti petugas kebersihan.

“Mau tidak mau karena tidak ada pengunjung mereka harus kami rumahkan. Namun khusus petugas memberi makan hewan tidak kami rumahkan. Mereka selalu hadir pagi sampai sore. Dokter juga selalu hadir. Ada 12 petugas dan 2 dokter. Mereka tetap merawat satwa-satwa,” ungkapnya.(HS)

Panggung Kahanan Buka Donasi untuk Seniman

Jokowi Apresiasi Physical Distancing Pasar Rakyat Jateng