HALO SEMARANG – Sampai bulan Juni 2023, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, selain melaksanakan tugas dalam pemadaman api saat kebakaran, juga melakukan upaya operasi penyelamatan berkaitan dengan hewan. Penyelamatan termasuk menangkap atau mengevakuasi hewan yang bisa mengancam masyarakat seperti ular, biawak, anjing liar, dan lainnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Nurcholis mengatakan, sejak Januari sampai Juni 2023, selain menangani pemadaman api saat terjadi kebakaran, pihaknya juga melakukan operasi penyelamatan hewan sebanyak 350 kejadian. Sebagian besar didominasi mengevakuasi sarang tawon yang membahayakan masyarakat. Selain itu juga melakukan aksi penangkapan monyet liar, ular, dan biawak.
“Sedangkan wilayah yang sering dilakukan untuk evakuasi sarang tawon paling banyak di wilayah pinggiran, seperti Banyumanik, Ngaliyan, dan kemudian wilayah dekat kota adalah Kecamatan Semarang Barat,” terangnya, Rabu (7/6/2023).
Nurcholis menambahkan, beberapa waktu lalu juga ada korban kena sengatan akibat diserang tawon jenis sesva di Wilayah Mangkang.
“Umumnya penggeropokan sarang tawon dilaksanakan malam hari. Hal itu setelah ada laporan dari masyarakat, mengingat karena terlalu berisiko terhadap keselamatan petugas, maka evakuasi dilakukan malam hari,” paparnya.
Untuk jenis hewan, biawak, ular ditangkap diserahkan ke BKSDA, karena di Damkar tidak ada tempat penampungan sementara hewan tangakapan. “Biasanya ada kerja sama BKSDA atau bonbin dan pemerhati hewan yang mau menerimanya. Kami sifatnya penyelamatan saja. Setelah ditangkap tim Damkar, kami serahkan ke BKSDA. Ular yang tidak berbahaya akan dilepas liarkan kembali di sawah untuk membantu petani membasmi hama tikus,” katanya.
Kemudian berkaitan dengan kasus kebakaran, lanjut Nurcholis, sejak Januari sampai sekarang tercatat ada sebanyak 119 kejadian. Bulan April, dan Mei paling banyak, dengan jenis kebakaran sampah kering, rumput ilalang, dan lainnya.
“Saat musim kemarau, adanya sampah yang mengering dan ilalang kering menjadi salah satu penyebab kasus kebakaran. Sehingga sejak dini harus diantisipasi jangan sampai saat musim kemarau masyarakat melakukan pembakaran sampah yang tidak ditunggui apinya sampai mati. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia dari semua total kasus kebakaran adalah satu orang,” pungkasnya.(HS)