in

Normalisasi Sungai Plumbon, Pemkot Semarang Siap Tuntaskan Pembebasan Lahan

Walikota Semarang Agustina Wilujeng saat menerima kunjungan kerja Kepala BNPB, Suharyanto bersama rombongan yang meninjau penanganan banjir di Mangkang Kulon, Selasa (19/5/2026).

HALO SEMARANG – Penanganan bencana banjir di wilayah Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, berupa normalisasi Sungai Plumbon yang kerap meluap akibat jebolnya tanggul sungai saat ini masih terkendala pembebasan lahan warga.

Salah satu syarat agar pembangunan fisik tanggul secara permanen di Sungai Plumbon dapat segera terlaksana, adalah jika sudah clear dari masalah sosial, termasuk pembebasan lahan yang akan dibangun infrastuktur.

Terkait hal itu, Walikota Semarang, Agustina Wilujeng mengaku masih belum merampungkan pembebasan lahan warga untuk normalisasi Sungai Plumbon.

“Kami masih menunggu gambar, datanya kalau fix semuanya, siapa saja yang sebenarnya penerima prosesnya. Apakah itu rumah yang dihuni bersertifikat atau pemiliknya. Dan ganti untung juga akan berbeda -beda jumlahnya,” ujar Agustina, di sela menerima kunjungan kerja Kepala BNPB, Suharyanto bersama rombongan meninjau penanganan banjir di Mangkang Kulon, Selasa (19/5/2026).

“Untuk pembebasan lahan, ya tadi perintahnya demikian. Kami menunggu hasil ukurannya, pemerintah kota siap untuk menyelesaikannya, agar urusan banjir dan luapan sungai ini tuntas,” lanjutnya.

Adapun dampak banjir pada Jumat (15/5) malam, akibat diguyur hujan deras selama beberapa jam yang merendam rumah di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tugu, Ngaliyan dan Semarang Barat. Sehingga mengganggu aktivitas warga sebanyak 1.200 jiwa.

“Kami apresiasi kerja dari jajaran mulai OPD, pemerintah kecamatan, kelurahan setempat yang turut membantu warga dengan membersihkan lumpur sisa banjir di jalan. Sedangkan untuk kebutuhan dasar warga terdampak sudah tersalurkan. Tinggal nanti saya mengkoordinasikan lagi dengan tiga kecamatan langkah penanganan pasca banjir,” terangnya.

Dari BNPB juga saat ini telah memberikan bantuan untuk korban banjir, seperti logistik dan bahan makanan dan bantuan dari provinsi Jawa Tengah serta dinas-dinas lainnya.

“Penanganan sementara, tentunya memberikan layanan dasar warga, seperti bahan makanan harus tercukupi dan layanan kesehatan juga penting, dan memastikan akses pendidikan anak-anak, yang sekolahnya terdampak banjir tetap terlayani dengan baik,” kata Agustina.

Kepala BNPB Suharyanto meninjau tanggul jebol Sungai Plumbon, di Mangkang Kulon, Koa Semarang, bersama rombongan pada Selasa (19/5/2026). Nampak Suharyanto didampingi diantaranya kepala Kepala Basarnas Budiono, Budi Irawan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen Sun Suripto Tenaga Ahli BNPB. Mereka disambut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Walikota Semarang, Agustina Wilujeng, Sekda Provinsi Sumarno, Sekda Kota Semarang Handi Prayitno, Kepala BWWS Pemali Juwana Sudarto, dan DPUPR, BPBD.

Sebelumnya, terkait pembebasan lahan untuk normalisasi sungai Plumbon sudah ada 92 bidang lahan yang dibebaskan. Dengan anggaran Rp 79 miliar dari BWWS, sehingga masih ada kekurangan sekitar Rp 130 miliar. (HS-06)

Terima Para Pengemudi Ojol yang Datangi Gubernuran di Semarang, Ahmad Luthfi Janji Kawal dan Perjuangkan Aspirasi hingga ke Pusat

Pemkab Kendal Dukung Pembentukan Yonif TP 935/Satria Bahurekso di Ngampel