HALO SEMARANG – Seorang pria di Kota Semarang tega mencabuli anak tirinya berinisial F yang masih berusia 10 tahun. Ibu korban berinisial Y nyaris putus asa dengan kelakuan suaminya berinisial H. Y hampir mengakhiri hidupnya sendiri karena tak kuat dengan kelakuan bejat suaminya.
Saat ini, H sudah diamankan di Polrestabes Semarang. Keluarga korban minta pelaku diadili dan dihukum berat.
“Kami harap terduga pelaku mendapat hukuman yang seberat beratnya. Penyidik juga harus dapat mengungkap penyebab yang melatar belakangi peristiwa itu terjadi,” ujar anggota pengurus Lembaga Perlindungan Anak Jawa Tengah, Zamroni, Kamis (24/7/2025).
Dia menjelakan, kasus ini terjadi pada Minggu (20/7/2025). Peristiwa ini terungkap setelah warga mendengar teriakan Y di rumahnya. Karena khawatir, warga lalu mendatangi kediaman dan mengetahui Y hendak bunuh diri.
Dari kejadian itu, kemudian warga mencegah aksi nekat tersebut. Setelah tenang, warga mempertanyakan alasan Y nekat melakukan hal itu. Kepada warga, Y kemudian mengaku jika anak kandungnya dicabuli oleh bapak tirinha.
“Awalnya terduga pelaku ini juga sempat mengelak,” bebernya.
Atas kejadian ini, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat setempat juga diundang untuk ikut membantu penyelesaian masalah ini. Termasuk juga dari pihak LPA wilayah setempat juga berada dilokasi kejadian.
“Informasi yang kami dapat, anak ini diduga sudah disetubuhi berulang-ulang dan mengalami pendarahan. Dugaan pencabulan ini sudah dilakukan sampai enam kali,” bebernya.
“Terduga pelaku ini juga ingin mengganggu adik dari isteri yang sudah mendekati dewasa. Kemudian oleh keluarga sempat diusir dari lingkungan rumah ditempati bersama, dan mereka pindah,” lanjutnya.
Sementara ini, korban dipisahkan dari tempat tingga pelaku untuk menjaga mental. Korban juga sudah dilakukan visum di rumah sakit.
Pihaknya akan terus ikut membantu dan mengawal kasus kejahatan seksual ini. Menurutnya, perbuatan ini sungguh menjadi permasalahan yang miris bagi LPA dan tentunya masyarakat kota Semarang yang ingin disebut kota ramah anak. (HS-06)