in

Pembangunan Jalur Penyelamat Rp 17,29 Miliar di Purworejo Dikebut, Target Rampung Desember

Sejumlah pekerja membangun Jalur Penyelamat di ruas Bener–Maron Kalijambe, untuk mengantisipasi kecelakaan, terutama akibat kendaraan yang mengalami rem blong. (Foto : Humas Jateng)

 

HALO PURWOREJO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembangunan jalur penyelamat darurat (JPD) di ruas Bener–Maron Kalijambe. Jalur penyelamat ini untuk mengantisipasi kecelakaan, terutama akibat kendaraan mengalami gangguan pengereman atau rem blong.

Proyek pembangunan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, mencakup perbaikan geometri jalan dan jalur penyelamat tersebut, ditargetkan rampung pada 28 Desember 2026.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jawa Tengah, Temmy Purboyono, mengatakan pembangunan itu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan, di kawasan yang selama ini dikenal rawan, terutama bagi kendaraan berat yang melintasi jalur dengan kemiringan cukup curam.

“Tujuan utamanya adalah mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di daerah ini,” kata Temmy, mewakili Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro, saat meninjau lokasi pekerjaan, Kamis (15/10/2026).

Menurut Temmy, salah satu pekerjaan utama dalam proyek tersebut adalah realinyemen horizontal dan perbaikan geometri jalan untuk mengurangi tingkat kemiringan yang dinilai berisiko bagi kendaraan.

Kemiringan jalan yang sebelumnya mencapai 12 persen kini diturunkan menjadi sekitar 8 persen.

Perubahan tersebut diharapkan membantu kendaraan, khususnya truk bermuatan, melintasi jalur tersebut dengan lebih aman.

Selain memperbaiki geometri jalan dan membangun jalur baru, Pemprov Jateng juga membangun JPD sepanjang sekitar 100 meter dengan lebar enam meter.

Jalur khusus ini disiapkan sebagai area darurat untuk membantu menghentikan kendaraan yang mengalami gangguan pengereman, termasuk rem blong.

“Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah, karena mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” ujar Temmy.

Progres Pembangunan Lampaui Target

Proyek dengan nilai kontrak Rp 17,29 miliar tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 300 meter. Pekerjaan dimulai pada 25 Juni 2026 dan dijadwalkan selesai pada 28 Desember 2026.

Hingga pertengahan Oktober 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen, melampaui target awal sebesar 45 persen.

Temmy berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga infrastruktur tersebut segera bisa dimanfaatkan masyarakat. Selama proses pembangunan berlangsung, Dinas PUPR Jateng juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi.

Percepatan pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga memberikan perlindungan lebih baik bagi pengendara yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Berharap Kecelakaan Tak Terulang

Pembangunan jalur penyelamat mendapat sambutan positif dari warga Desa Kalijambe. Salah seorang warga, Iskandar, mengatakan kawasan tersebut sudah lama menjadi perhatian karena kerap terjadi kecelakaan.

Ia mengaku sebelumnya telah mengusulkan perbaikan jalan sekaligus pembangunan jalur penyelamat karena khawatir terhadap keselamatan pengendara, terutama kendaraan berat yang melintas.

“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur (Gubernur Jateng Ahmad Luthfi). Yang penting ada jalur penyelamat untuk menyelamatkan orang banyak,” ungkap Iskandar.

Harapan serupa disampaikan para sopir truk yang setiap hari melintasi ruas tersebut. Novan, sopir truk pengangkut material, menilai perbaikan jalan membuat perjalanan terasa lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.

“Sangat berterima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya pembangunan ini, para sopir merasa nyaman lewat situ sekarang dan tidak panik lagi,” ujarnya saat ditemui di dekat lokasi pekerjaan.

Sementara itu, sopir truk lainnya, Slamet Winarno, mengatakan tanjakan yang kini lebih landai membuat kendaraan lebih nyaman melintas.

“Kalau sekarang lebih enak karena tanjakannya sudah tidak seperti dulu. Saya berterima kasih kepada pemerintah, karena jalannya sudah diperbaiki,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan pembangunan jalur penyelamat masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat menyelesaikan pembesian lantai JPD, sedangkan jalan baru sudah mulai dilalui kendaraan, terutama truk bermuatan.

Dengan perbaikan geometri jalan dan pembangunan jalur penyelamat tersebut, Pemprov Jateng berharap risiko kecelakaan di ruas Bener–Maron Kalijambe dapat ditekan.

Infrastruktur ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan pengendara sekaligus mencegah terulangnya kecelakaan fatal di kawasan tersebut. (HS-08)

 

 

Bank Jateng Raih Penghargaan dari PT Taspen (Persero) atas Kinerja Pembayaran Pensiun Terbaik Kategori Dapem Menengah