in

Pakar ITB Sebut Gempa di Turki Paling Ditakuti oleh Para Ahli Gempa di Seluruh Dunia

Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Dr Irwan Meilano ST MSc. Dia menyebut gempa di Turki merupakan peristiwa yang paling ditakuti oleh para ahli gempa di seluruh dunia. (Foto : itb.ac.id)

 

HALO SEMARANG – Gempa di Turki berkekuatan magnitudo 7,8 dengan kedalaman 11 kilometer, merupakan peristiwa yang paling ditakuti oleh para ahli gempa.

Gempa di Turki yang terjadi Senin (6/2/2023) pada pukul 04.13 waktu setempat itu, sangat merusak dan menyebabkan belasan ribu orang meninggal.

Bahkan gempa di Turki tersebut juga memicu tsunami kecil, dengan ketinggian gelombang 30 sentimeter di Erdemli.

Sumber gempa tersebut merupakan pembangkit tenaga (generator) gempa dahsyat di daratan Turki.

Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Dr Irwan Meilano ST MSc, seperti dirilis itb.ac.id, menjelaskan terdapat empat alasan gempa di Turki itu bersifat merusak.

Pertama, gempa tersebut bermagnitudo 7,8, dan termasuk skala gempa bumi besar.

Kedua, pusat gempa Turki berada dekat dengan permukaan tanah, yaitu kurang dari 18 kilometer.

Alasan ketiga, terjadinya gempa susulan berulang setelah 11 menit dengan kekuatan magnitudo 6,7 dan beberapa jam kemudian terjadi gempa susulan berkekuatan maghnitudo 7,5.

Keempat, gempa Turki terjadi di lingkungan yang memiliki struktur bangunan yang tidak kuat.

“Gempa Turki yang sekarang merupakan gempa terbesar di Turki, setelah gempa dahsyat sebelumnya pada Desember 1939, yang berkekuatan M 7,8 di timur laut Turki, dekat jalur Sesar Anatolia Utara,” kata pakar gempa dari ITB itu.

Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Dr Daryono, S.Si, M.Si, menjelaskan bahwa gempa di Turki bersumber dari zona Sesar Anatolia Timur, yang merupakan zona sesar aktif, diiringi dinamika tektonik Lempeng Arab dan Anatolia.

Pendapat ini didukung oleh pernyataan Dr Irwan Meilano, yang menjelaskan bahwa gempa Turki merupakan gempa dengan mekanisme geser (strike-slip).

“Gempa Turki termasuk fenomena gempa yang paling ditakuti terjadi oleh para ahli Gempa,” ujarnya.

Laporan terbaru dari Reuters pada Rabu (8/2/2023), korban jiwa melonjak hingga 7.800 orang.

Selain itu, gempa Turki menyebabkan 5.775 bangunan termasuk rumah sakit, sekolah, dan blok apartemen runtuh. Melukai puluhan ribu orang dan menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal.

Sebelumnya, Kementerian Agama mengimbau umat Islam, untuk menggelar Shalat Gaib untuk korban wafat gempa di Turki dan Suriah.

“Diberitahukan kepada umat Islam di seluruh Indonesia, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban meninggal dunia pada gempa bumi di Turki dan Suriah, maka diimbau agar melaksanakan salat ghaib untuk mendoakan korban meninggal dunia,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag Adib di Jakarta, Rabu (8/2/2023).

“Salat gaib dilaksanakan setelah salat Jumat, pada 10 Februari 2023 (hari ini),” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Dia juga mengatakan, Masjid Istiqlal Jakarta juga akan melaksanakan Salat Gaib untuk korban meninggal gempa Turki dan Suriah. (HS-08)

Polres Brebes Luncurkan Polina untuk Turunkan Stunting

Airlangga Hartarto Sebut Kemungkinan Resesi Indonesia Lebih Kecil