HALO BATANG – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dalam jangka menengah diproyeksikan dapat menyerap 282 ribu tenaga kerja, dan dalam jangka pendek hingga 2023, menyerap 28 ribu tenaga kerja.
Hal itu diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung anjungan Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan (SIAP Kerja), di KITB, belum lama ini.
Menurut Ida, KITB merupakan proyek strategis nasional, yang diharapkan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Ini menjadi destinasi investasi yang diminati oleh masyarakat global,” katanya, seperti dirilis kemnaker.go.id, belum lama ini.
Menurut dia, KITB diproyeksikan dapat menyerap 282 ribu tenaga kerja, dan dalam jangka pendek hingga tahun 2023 dibutuhkan 28 ribu tenaga kerja untuk bekerja di KITB.
Lapangan kerja yang luas ini, harus mampu mengatasi pengangguran, terutama di Kabupaten Batang, dan umumnya di Provinsi Jawa Tengah.
“Kita berharap masyarakat di sekitar KITB, tidak hanya menjadi penonton. Kita akan siapkan mereka menjadi tenaga kerja yang kompeten, sesuai kebutuhan pasar kerja di kawasan ini,” ujar Menaker.
Untuk memberikan dukungan kepada KITB, Kemnaker telah menyiapkan berbagai kebijakan, dengan menyusun rencana tenaga kerja dan proyeksi mikro ketenagakerjaan di KITB.
Selain itu juga mengembangkan sistem informasi pasar kerja di KITB, melalui integrasi E-makaryo dan Batang Career dengan KarirHub / SIAP Kerja.
Juga dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas pelatihan kompetensi di sekitar KITB; masifikasi sertifikasi kompetensi dengan mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai kebutuhan industri; memperkuat dan mengembangkan Bursa Kerja Khusus (BKK); serta membangun Anjungan SIAPkerja untuk mendekatkan pelayanan ketenagakerjaan di KITB.
“Sambil menunggu pembangunan gedung Anjungan SIAP Kerja ini selesai, pelayanan ketenagakerjaan dilakukan di tempat yang disiapkan PTPN IX dan Pemkab Batang,” kata Menaker.
Ia menambahkan, selain KITB, Kemnaker pada 2022 ini juga akan melaksanakan Pilot Project Anjungan SIAP kerja, di kawasan industri di seluruh Indonesia. Lokasi pilot project tersebut meliputi Kawasan Industri Kabil di Kota Batam, Kepulauan Riau; Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Nusantara (IKN); Kawasan Industri MM 2100 Kabupaten Bekasi; Kawasan Industri IMIP di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah; Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika; Kawasan Industri Kabupaten Mojokerto; Kawasan Industri Kota Cilegon; Kawasan Industri Freeport Kabupaten Timika; dan Kawasan Ekonomi Khusus Danau Toba.
“Pilot Project ini diharapkan dapat menjadi pijakan disain Anjungan SIAP Kerja yang lebih sempurna untuk diterapkan di Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus, serta Kawasan Strategis Nasional,” kata Menaker.
Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, pembangunan gedung anjungan SIAP kerja di Batang merupakan program prioritas strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“KIT Batang dipilih Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, untuk menjadi tumpuan industri di Indonesia, dan memberikan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi pencari kerja,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Pada lima tahun mendatang, KITB akan membutuhkan 280.000 tenaga kerja baru. Saat ini saja pada fase pertama sudah sold out atau terjual semua kepada 12 tenant yang sudah deal berinvestasi di KIT.
“Dari 12 tenant itu rencananya ada 3 tenant yang akan beroperasi pada pertengahan tahun 2023,” jelasnya. (HS-08)