in

Kenang Korban Serangan Teroris 11 September, Hari ini AS Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Menara kembar World Trade Center terbakar hebat, setelah teroris menabrakkan United Airlines Flight 175 ke gedung itu. (Foto : Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah dan rakyat Amerika, Senin (11/9/2023) hari ini mengibarkan bendera setengah tiang, untuk mengenang para korban dari serangan teroris 11 September 2001 ke negeri Paman Sam.

Walaupun tragedi itu sudah berlangsung 22 tahun silam, namun jumlah korban masih terus bertambah.

Departemen Pemadam Kebakaran Kota New York (The Fire Department of the City of New York / FDNY), hingga 2023 ini masih terus mencatatkan nama-nama baru dari korban serangan itu.

Dalam sebuah pernyataan beberapa hari lalu, Presiden Amerika Serikat, Joseph R Biden Jr (Joe Biden), menyerukan kepada semua departemen, lembaga, dan lembaga-lembaga Amerika Serikat untuk mengibarkan bendera Amerika Serikat setengah tiang.

“Dengan ini memproklamasikan tanggal 11 September 2023 sebagai Hari Patriot dan Hari Pengabdian dan Peringatan Nasional. Saya menyerukan kepada semua departemen, lembaga, dan lembaga-lembaga Amerika Serikat untuk mengibarkan bendera Amerika Serikat setengah tiang pada Hari Patriot dan Hari Pelayanan dan Peringatan Nasional untuk menghormati orang-orang yang kehilangan nyawa pada 11 September 2001,” kata Joe Biden, dalam pernyataannya seperti dirilis Gedung Putih.

Dalam pidatonya, Biden mengungkapkan keberanian luar biasa orang-orang yang disebutnya sebagai “pahlawan”, dalam usaha mereka menyelamatkan sebanyak mungkin orang, segera setelah menyerang menara kembar World Trade Center (WTC).

Di tengah teror, asap, dan kobaran api, para petugas penyelamat, polisi, anggota militer, hingga warga sipil tak lagi mementingkan keselamatan diri mereka, demi membantu orang-orang lain.

Menurut Biden, hal itu membuktikan kepada dunia, bahwa para teroris itu telah gagal total dalam upayanya merusak karakter masyarakat Amerika Serikat.

“Kami melihatnya dalam keberanian dan keteguhan hati yang luar biasa dari para penumpang di pesawat Penerbangan 93, yang menolak membiarkan pesawat mereka digunakan sebagai senjata melawan lebih banyak orang Amerika yang tidak bersalah. Kami melihatnya pada petugas polisi dan petugas pemadam kebakaran yang kembali ke Ground Zero dan Pentagon selama berbulan-bulan – menghirup racun dan abu yang akan merusak kesehatan mereka sendiri namun tetap menolak untuk berhenti mencari di tengah kehancuran,” kata dia.

Bertahun-tahun sejak 11 September, ratusan ribu tentara Amerika di seluruh dunia, telah bertugas dan berkorban untuk mencegah terorisme.

Tambahkan Nama

Sebelumnya, Departemen Pemadam Kebakaran Kota New York (The Fire Department of the City of New York / FDNY), telah menambahkan nama 43 anggota yang meninggal, karena penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan mereka dalam upaya penyelamatan dan pemulihan di World Trade Center ke FDNY World Trade Center Memorial Wall.

Upacara di luar ruangan berlangsung pada Rabu (6/9/2023) silam waktu New York, di Kantor Pusat FDNY, 9 MetroTech Center di Brooklyn .

Ini merupakan kelompok terbesar kedua yang ditambahkan ke dinding peringatan WTC, sejak didirikan pada 2011, ketika ditambahkan 55 nama.

“Menjelang peringatan 22 tahun 11/9, FDNY terus merasakan dampak hari itu. Setiap tahun, peringatan tembok ini meningkat seiring kami menghormati mereka yang memberikan hidup mereka untuk melayani orang lain,” kata Komisaris Pemadam Kebakaran Laura Kavanagh.

Adapun prasasti di tembok peringatan, berbunyi “Dedikasikan untuk mengenang mereka yang berani mengabdi pada departemen ini untuk melindungi kehidupan dan harta benda di Kota New York dalam upaya penyelamatan dan pemulihan di Manhattan Box 5-5-8087 World Trade Center”. (HS-08)

Sepuluh Atlet NPCI Kendal Berjuang di Ajang Peparprov IV Jateng

Presiden Jokowi Beri Penghormatan di Mahatma Gandhi Samadhi