in

Implementasi SRA di Kota Pekalongan, BNN Sebut Sekolah Ujung Tombak Pencegahan Narkoba.

 

HALO PEKALONGAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Pemerintah Kota Pekalongan, berupaya menjadikan sejumlah sekolah bebas narkoba dan bebas dari kekerasan.

Upaya ini untuk menindaklanjuti deklarasi sejumlah satuan pendidikan, menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kepala BNN Kabupaten Batang, Khrisna Anggara mengapresiasi tindak lanjut yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan itu.

Menurutnya implementasi SRA memang benar dilihat dari 2 aspek, yaitu bebas dari kekerasan dan bebas dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza).

“Kasus narkoba harus ditanggapi dengan serius. Tidak bisa dipungkiri berada di sekitar kita, tidak bisa kita menutup mata dari kasus narkoba yang marak,” kata dia, dalam kegiatan Wali Kota Tilik Sekolah implementasi SRA, melalui sekolah bebas kekerasan dan bersih narkoba di SMPN 2 Kota Pekalongan, Kamis (24/8/2023).

Menurut dia, program ini merupakan komitmen yang baik dari sekolah, pemerintah dan lembaga lain untuk menjaga lingkungan sekolah beserta peserta didik, bersih dari obat-obatan termasuk kekerasan.

Krisna mengatakan bahwa sekolah menjadi salah satu ujung tombak pencegahan kasus narkoba.

Jika dilihat berdasarkan survei BNN tahun 2021, lebih dari 60 persen penyalahgunaan narkoba di Indonesia, didominasi usia produktif, di antaranya anak-anak yang duduk di tingkat pendidikan SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

“Di situlah pentingnya, kita tidak bisa mengawasi secara terus menerus oleh karenanya yang bisa dilakukan adalah bagaimana memberikan pembekalan (pada pelajar-Red ) sehingga jika mereka di luar bersentuhan, ditawari atau dihadapkan dengan narkoba mereka punya kemampuan menolak,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.

Sementara itu, kepala SMPN 2 Kota Pekalongan, Budi Suheryanto mengaku senang pihaknya ditunjuk sebagai salah satu sekolah yang menerima kegiatan Wali Kota Tilik Sekolah ini.

Hal itu karena dengan adanya kegiatan ini para guru, peserta didik dan warga sekolah lainnya bisa mendapat refresh ilmu bagaimana cara menjaga lingkungan sekolah dari tindak kekerasan dan penyalahgunaan narkoba yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Budi menuturkan bahwa SMPN 2 Kota Pekalongan telah membentuk beberapa kelompok dari peserta didik kelas VII-IX di mana mereka bertugas untuk menjaga sesama teman dalam bergaul di sekolah dan mewadahi sekaligus menangani jika terjadi suatu hal tertentu.

“Harapannya anak-anak kami bisa memahami dengan benar untuk menjauhi narkoba dan bullying karena ciri SRA ini adalah bebas kekerasan dan bersih narkoba,” tandasnya.

Lebih lanjut, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPMPPA Kota Pekalongan, Nur Agustina mengatakan bahwa kunjungan ke SMPN 2 Kota Pekalongan menjadi kegiatan 5 dari rangkaian roadshow Wali Kota Tilik Sekolah. Selanjutnya kunjungan akan dilanjutkan ke 4 sekolah jenjang SMP dan SMA antara lain SMPN 9, MAN 2, SMPN 1 dan SMKN 1 Kota Pekalongan. (HS-08)

Pj Bupati Batang Usulkan Raperda Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan

Bupati Rembang Minta Sarjana Baru Bantu Kemajuan Daerah