in

Genjot Cek Kesehatan Gratis 2026, Pemkab Wonosobo Buka Layanan Berdasar Permintaan Masyarakat

Kick-off Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026, Kamis (16/4/2026), di Hotel Dafam Wonosobo. (Foto : wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo, mengandalkan strategi jemput bola, untuk mengejar target cek kesehatan gratis (CKG). Upaya yang dilakukan, antara lain membuka layanan CKG berdasarkan permintaan masyarakat, termasuk dalam kegiatan komunitas dan lingkungan kerja.

Selain itu, kapasitas layanan diperkuat melalui pelibatan puskesmas, rumah sakit, dan klinik pratama mitra BPJS. Langkah ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan akses layanan kesehatan.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan aktif lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, hingga organisasi masyarakat.

Pemerintah juga menekankan pentingnya peran aparatur sebagai contoh dalam membangun budaya hidup sehat.

Hal ini dipandang sebagai langkah awal untuk memastikan aparatur berada dalam kondisi prima sebelum melayani masyarakat.

“CKG 2026 tidak hanya berfokus pada skrining, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut berupa edukasi, pemantauan, dan intervensi dini. Pendekatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menekan risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” kata dia, seperti dirilis wonosobokab.go.id.

Untuk diketahui, sebagai upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan sekaligus mempercepat deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar kick-off Program CKG 2026, Kamis (16/4/2026), di Hotel Dafam Wonosobo.

Kegiatan dihadiri jajaran perangkat daerah serta pemangku kepentingan lintas sektor.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Didiek Wibawanto, menyampaikan, CKG menjadi instrumen penting dalam membangun sistem kesehatan berbasis preventif.

“Program ini merupakan upaya bersama untuk membangun ketahanan kesehatan masyarakat dari hulu yang mengedepankan prinsip pencegahan. Melalui program ini kita bersama-sama membangun benteng pertahanan kesehatan bagi masyarakat Wonosobo,” ujarnya.

CKG kini tidak hanya tersedia di fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau sekolah, komunitas, hingga instansi pemerintah. Pendekatan ini diyakini mampu mempercepat deteksi dini sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan.

“Keberhasilan CKG tidak boleh hanya bertumpu pada segelintir wilayah saja, melainkan harus merata hingga keseluruh pelosok Wonosobo,” tegas Didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan, memyampaikan bahwa capaian program pada 2025 melampaui target nasional. Dari target 36 persen, realisasi di Wonosobo mencapai 39,20 persen atau menjangkau lebih dari 360 ribu jiwa.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pendekatan berbasis komunitas, terutama di lingkungan pendidikan. “Kelompok usia sekolah dan remaja justru menjadi capaian terbaik. Target nasional hanya 20 persen, tetapi kita mampu mencapai hingga 80 persen,” jelasnya.

Di balik capaian tersebut, mengidentifikasi tingginya prevalensi hipertensi, obesitas, hingga gangguan metabolik pada kelompok dewasa. Termasuk masalah kesehatan gigi pada anak, kasus stunting, rendahnya aktivitas fisik dan tingginya angka perokok. Juga, indikasi meningkatnya risiko penyakit tidak menular.

Jaelan menegaskan, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena berpotensi berkembang menjadi penyakit serius.

“Jika tidak terdeteksi sejak dini, akan berujung pada penyakit seperti stroke, gagal ginjal, gagal jantung, hingga kanker stadium lanjut,” tegasnya.

Pemerintah melihat temuan ini sebagai dasar penting untuk menyusun kebijakan intervensi yang lebih tepat sasaran kedepan.

Pada 2026, Pemkab Wonosobo menaikkan target cakupan menjadi 54 persen dari total 929.725 jiwa. Hingga pertengahan April, capaian baru mencapai 14,37 persen.

Dengan strategi yang semakin terarah dan berbasis data, Pemkab Wonosobo optimistis Program Cek Kesehatan Gratis dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (HS-08)

 

 

Bupati Purworejo Imbau Masyarakat Waspadai Pinjol Ilegal dan Bijak Gunakan Layanan Pembiayaan

Berawal dari Ojol Laporkan Paket Mencurigakan, Polisi Bongkar Peredaran Narkoba Ratusan Juta