in

Hidupkan Tradisi Methil, Petani Desa Jetak di Sragen Syukuri Panen Melimpah

Warga menghadiri tradisi tasyakuran Memetri Budaya Methil, di area persawahan Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Selasa (27/10/2026). (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Balutan kain lurik dan caping menghiasi langkah para petani, yang menari bersama di area persawahan Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Selasa (27/10/2026).

Diiringi alunan lagu Gugur Gunung, tradisi tasyakuran Memetri Budaya Methil menjadi ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus upaya merawat warisan budaya pertanian yang diwariskan turun-temurun.

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Dharma Tirta Tani Mulyo Desa Jetak, Didik Sunardi, seperti dirilis sragenkab.go.id, mengatakan tradisi tersebut merupakan aspirasi para petani yang ingin menjaga budaya methil agar tetap hidup di tengah generasi muda.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat dilestarikan secara rutin sebagai wujud syukur atas hasil panen sekaligus mempererat kebersamaan petani.

“Tasyakuran methil ini merupakan aspirasi para petani. Budaya adiluhung yang mulai banyak ditinggalkan generasi muda ini ingin kami lestarikan dan kembangkan setiap akhir tahun sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah,” ujarnya.

Didik menjelaskan, Desa Jetak memiliki lahan pertanian sekitar 240 hektare yang didukung jaringan irigasi teknis dari Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.

Sebanyak 725 petani yang tergabung dalam delapan kelompok tani mengelola lahan tersebut dengan pola tanam padi, padi, dan palawija dalam setahun, menyesuaikan arahan pola tanam daerah.

Pada musim panen kali ini, produktivitas padi mencapai sekitar 11 ton per hektare. Capaian tersebut menjadi penyemangat petani untuk terus menjaga produktivitas lahan dan memastikan ketersediaan air bagi keberlanjutan usaha pertanian.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi hasil panen Desa Jetak serta ketekunan petani dalam mengelola lahan pertanian.

Menurutnya, produktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga posisi Kabupaten Sragen sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Tengah.

“Kami turut senang hasil panen di Desa Jetak sangat bagus. Semoga ke depan hasilnya terus meningkat, harga gabah tetap baik, pupuk mudah diperoleh, dan pengairan berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Sragen akan mengupayakan dukungan alat pertanian yang masih dibutuhkan agar produktivitas petani semakin optimal,” kata Sigit.

Ia menambahkan, produksi gabah Kabupaten Sragen mencapai sekitar 350.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan sekitar 100.000 ton per tahun.

Angka tersebut menunjukkan potensi Sragen mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga tiga tahun apabila seluruh produksi dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat setempat.

“Kita bisa berada di titik ketahanan pangan seperti sekarang berkat kerja keras petani yang rajin turun ke sawah dan merawat tanamannya,” ujar Sigit. (HS-08)

 

 

Hadiri Mukab III Kadin Karanganyar 2026, Wabup Dorong Sinergi Perkuat Ekonomi Daerah

Polresta Banyumas Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Persatuan dan Pengabdian