HALO KENDAL – Kabupaten Kudus tampil perkasa di arena tarung derajat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Semarang Raya 2026. Hingga hari terakhir pertandingan di GOR Kendal Sport Center, Rabu (28/10/2026), Kudus sukses mengoleksi lima medali emas dan dua perunggu untuk mengukuhkan diri sebagai juara umum cabang olahraga tersebut.
Koleksi emas Kudus diperoleh melalui Melani Bilqis di kelas bawah 50 kilogram putri, Vinka Widyaningrum di kelas 54,1–58 kilogram putri, Karuna Ingtyas di kelas 62,1–66 kilogram putri, Raffi Syani di kelas 64,1–67 kilogram putri, serta M Ari Surendra di kelas 75,1–80 kilogram putra.
Dua medali perunggu Kudus disumbangkan Rizal Fariq di kelas 55,1–58 kilogram putra dan Akhmad Syaifudin di kelas 61,1–64 kilogram putra.
Kota Surakarta menempati posisi kedua dengan raihan tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu. Kota Semarang berada di peringkat ketiga dengan koleksi tiga emas, dua perak, dan satu perunggu.
Sementara itu, tuan rumah Kendal mengamankan dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Ketua Harian Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Tengah, Ipang Setiawan, mengatakan persaingan pada Porprov kali ini semakin ketat. Hal itu terlihat dari persebaran medali yang diraih sejumlah kabupaten dan kota.
Menurut dia, hasil Porprov tidak boleh menjadi titik akhir pembinaan. Sebaliknya, ajang ini harus menjadi pijakan untuk mempersiapkan atlet menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
“Kami jadikan Porprov ini sebagai pijakan awal untuk mempersiapkan petarung untuk babak kualifikasi PON tahun depan. Ini seiring dengan program Kodrat Jateng untuk mengangkat prestasi tarung derajat Jawa Tengah,” kata Ipang.
Ia berharap seluruh pengurus Kodrat di tingkat kabupaten dan kota terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet setelah Porprov berakhir. Konsistensi latihan, menurut dia, menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing petarung Jawa Tengah di tingkat nasional.
“Pada 2027 nanti, ada agenda besar, yakni babak kualifikasi PON. Pastinya kami ingin meloloskan petarung sebanyak mungkin. Ini perlu kerja keras agar tercapai,” tandasnya.
Ketua Umum Pengprov Kodrat Jawa Tengah, Putut Sutopo, menambahkan Porprov bukan semata-mata ajang perebutan medali. Kompetisi empat tahunan tersebut juga menjadi momentum untuk membentuk karakter, mental bertanding, dan jiwa kesatria para atlet.
Sebanyak 161 atlet dan 52 pelatih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah ambil bagian dalam pertandingan tarung derajat Porprov 2026.
“Porprov ini adalah kawah candradimuka bagi para petarung. Mereka tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan terbaik di atas matras, tetapi juga membuktikan karakter dan jiwa kesatria yang menjadi landasan tarung derajat,” ujar Putut.
Dengan berakhirnya pertandingan, hasil Porprov kini menjadi modal evaluasi bagi Kodrat Jawa Tengah untuk memetakan kekuatan atlet sekaligus mempersiapkan tim menuju babak kualifikasi PON 2028. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pembinaan agar prestasi di tingkat provinsi dapat berlanjut di pentas nasional.(HS)


