HALO SEMARANG – Penantian panjang Kabupaten Grobogan untuk kembali meraih medali emas cabang olahraga panjat tebing di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah akhirnya berakhir. Nafatika Astuti (20), sukses merebut emas nomor Boulder Perorangan Putri pada Porprov XVII Jateng 2026, Rabu (28/10/2026).
Prestasi tersebut menjadi momen bersejarah bagi kontingen Grobogan. Pasalnya, menurut manajer sekaligus pelatih panjat tebing Grobogan, Ari Mulyanto, daerahnya terakhir kali meraih emas panjat tebing pada Porprov Jateng 2013 di Banyumas.
Keberhasilan Nafatika sekaligus menjadi suntikan semangat bagi pembinaan atlet panjat tebing putri di Grobogan. Ari mengaku bangga karena atletnya mampu langsung menyumbangkan medali emas pada penampilan perdananya bersama kontingen Grobogan di ajang Porprov.
“Medali emas ini menjadi pionir atlet panjat tebing kelas putri. Ini penantian panjang kami dapat medali emas dalam cabor panjat tebing,” ujar Ari.
Nafatika, atlet asal Wirosari, Grobogan, unggul dalam nomor Boulder Perorangan Putri. Kemenangan itu menjadi puncak perjalanan tiga tahunnya bergabung dengan tim panjat tebing Grobogan.
Sebelum memperkuat Grobogan, Nafatika berasal dari Kudus. Ia memiliki ayah asal Banyumas dan ibu yang merupakan warga asli Grobogan.
“Ayahnya dari Banyumas, ibunya asli Grobogan. Sudah tiga tahun ini bergabung bersama kami. Dan alhamdulillah, debut pertama bersama Grobogan langsung memberikan emas,” ungkap Ari.
Menurut Ari, Nafatika juga memiliki pengalaman meraih medali emas pada nomor yang sama di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pengalaman bertanding di tingkat nasional itu menjadi salah satu bekal yang mengiringi keberhasilannya di Porprov Jateng 2026.
“Alhamdulillah, Nafatika mampu unggul dalam kelas Boulder Perorangan Putri,” katanya.
Tak hanya melalui Nafatika, kontingen panjat tebing Grobogan juga membawa pulang sejumlah medali dari nomor lain yang dipertandingkan pada Rabu (28/10/2026).
Aditya Reza menyumbangkan medali perak dari nomor Speed WR Perorangan Putra dengan catatan waktu 5,30 detik. Pada nomor yang sama, Raihan Fadil Naufallah meraih perunggu dengan waktu 6,30 detik.
Grobogan kembali menambah perunggu melalui nomor Speed WR Relay Putra. Tim yang diperkuat Aditya Reza, Raihan Fadil Naufallah, dan Adityo Ponco P. mencatatkan waktu 19,35 detik.
Rangkaian hasil tersebut menambah catatan prestasi Grobogan dalam persaingan panjat tebing Porprov Jateng 2026. Namun, emas Nafatika menjadi pencapaian yang paling berarti karena mengakhiri penantian panjang daerah tersebut di cabang olahraga ini.
Ari menegaskan, keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan atlet, terutama di sektor putri. Menurut dia, prestasi di Porprov perlu diikuti latihan berkelanjutan agar para atlet mampu mempertahankan performa dan bersaing pada kejuaraan yang lebih tinggi.
“Hari ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Grobogan yang akhirnya mendapat medali emas di cabang olahraga panjat tebing. Penantian sudah 15 tahun, terakhir di Porprov Jateng 2013 di Banyumas,” tutur Ari.
Emas Nafatika pun menjadi penanda babak baru bagi panjat tebing Grobogan. Setelah penantian panjang, kontingen tersebut kini memiliki momentum untuk memperkuat regenerasi atlet dan mengejar prestasi pada kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.(HS)


