HALO SEMARANG – Polri bersama tim SAR gabungan, kembali menemukan jenazah korban gempa bumi dan tanah longsor di wilayah Cianjur, Jawa Barat, Minggu (18/12/22).
Kasubsi PIDM Humas Polres Cianjur, Ipda Nanang Sunarya mengatakan, jenazah laki-laki tersebut ditemukan, Minggu (18/12/22) pukul 14.45 WIB di lokasi longsor di Desa Cijedil, Cugenang, Cianjur.
“Jenazah berjenis kelamin laki-laki yang identitasnya belum diketahui, saat ini sudah di evakuasi ke RSUD Sayang Cianjur menggunakan ambulans untuk diidentifikasi oleh Tim DVI Polri,” kata Ipda Nanang Sunarya.
Seperti diketahui, sejak bencana gempa bumi mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu, Polri bersama berbagai unsur lainnya terjun langsung untuk membantu para korban.
Tak hanya membantu melakukan evakuasi, pencarian korban, identifikasi jenazah, dan berbagai upaya lain, Polri juga membentuk tim Satgas Recovery.
Tim ini juga membantu melakukan pemulihan, termasuk membersihkan puing-puing reruntuhan pascagempa bumi Cianjur, di Kampung Awilarangan, Kecamatan Cugenang, beberapa waktu lalu.
“Diharapkan dengan adanya Polri di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan pasca bencana alam, dapat membantu mengevakuasi dan membersihkan bekas puing-puing reruntuhan,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.
Dalam kegiatan itu, Polri juga menggunakan alat Weber Rescue, untuk memotong besi-besi beton yang tidak dapat dibongkar oleh ekskavator.
Setelah material tersebut menjadi bagian-bagian lebih kecil, barulah diangkat oleh ekskavator, untuk diangkut oleh truk menuju ke tempat penampungan.
“Dengan dilaksanakannya kegiatan pembersihan puing-puing ini agar membantu masyarakat untuk membangun kembali rumah dan juga mengamankan barang barang yang tertimbun serta masih bisa terpakai,” ungkapnya.
Trauma Healing
Tak hanya kegiatan fisik, Polri juga mengerahkan banyak personelnya untuk melakukan trauma healing pada anak-anak penyintas gempa.
Bencana yang merenggut ratusan jiwa itu memang telah meninggalkan trauma pada anak-anak.
Menurut Ibrahim Tompo, trauma ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena akan berdampak buruk pada kehidupan selanjutnya dari anak-anak itu.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Polri mengajak bermain anak-anak, untuk bergembira dan ceria, sehingga menghilangkan kepenatan selama di pengungsian di Kampung Warung Bawang Kecamatan Cugenang,
Tujuan pengabdian Polri, adalah untuk trauma healing bagi korban bencana gempa bumi di Cimanggung, terutama anak-anak di sekitar lokasi pengungsian.
Anak-anak dapat mengetahui cara bersikap, jika bencana gempa bumi datang, serta mereka mendapatkan perlakuan yang menggembirakan sehingga rasa trauma yang ada pada diri mereka dapat dihilangkan secara perlahan.
Menurut Ibrahim Tompo, trauma healing ini merupakan salah satu bentuk Bakti Polri untuk masyarakat, dalam menghadirkan Negara di tengah-tengah masyarakat.
“Ini merupakan wujud bhakti Polri, dalam hal ini di wilayah Cianjur, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman serta kedekatan emosional antara Polri dengan Masyarakat,″ kata dia. (HS-08)