HALO SEMARANG – Polda Metro Jaya bersama dengan KNKT turun tangan menyelidiki penyebab kecelakaan taksi, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek. Saat ini, rangkaian kejadian tengah didalami secara komprehensif saat ini.
“Sedang dalam penyidikan, berkoordinasi dengan KAI dan KNKT. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, Rabu (29/4/26), seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.
Ia mengatakan, pendalaman fokus kedua kemungkinan antara kelalaian manusia atau gangguan sistem.
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujarnya.
Sementara itu berdasarkan keterangan dari Kementerian Perhubungan, seperti dirilis kemenhub.go.id, insiden bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang, menabrak mobil taksi yang mogok di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
Multiple Trauma
Sementara itu RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, mengungkap hasil pemeriksaan 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Seluruh korban dinyatakan mengalami cedera tubuh lebih dari satu yang mengakibatkan meninggal dunia.
“Jadi dalam pemeriksaan kami, seperti juga kecelakaan-kecelakaan yang lain, tipikalnya adalah yang kami sebut sebagai multiple trauma,” jelas Kepala Biro Dokter Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, Selasa (28/4/26).
Ia menerangkan, cedera terjadi dominan di kepala, di dada, dan seterusnya, bahkan di anggota tubuh yang lain. (HS-08)


