HALO SEMARANG – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan pentingnya peran komunitas ilmiah nasional dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, ketika menerima audiensi Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (15/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi strategis antara Kemdiktisaintek dan AIPI dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas riset nasional, penguatan publikasi ilmiah Indonesia, hingga pemajuan ilmu sosial, humaniora, dan kebudayaan sebagai bagian dari agenda Diktisaintek Berdampak.
Menurut Brian, AIPI memiliki posisi strategis sebagai wadah para ilmuwan dalam memberikan masukan dan kajian ilmiah terhadap berbagai isu pembangunan nasional.
“Scientist di Indonesia yang menjaga marwah pendidikan kita dan kualitasnya. Jadi kalau ada hal-hal yang perlu dikaji secara lebih spesifik, sebenarnya AIPI Juga bisa memberikan masukan, semacam advisory,” ujar Menteri Brian, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.
Selain membahas peran AIPI sebagai mitra strategis pemerintah, audiensi juga menyoroti pentingnya memperkuat reputasi ilmu pengetahuan Indonesia melalui pengembangan jurnal ilmiah multidisiplin yang diinisiasi AIPI.
Jurnal tersebut diharapkan menjadi wadah publikasi bereputasi internasional yang mampu menampilkan karya-karya terbaik ilmuwan dan akademisi Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ilmu pengetahuan global.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Brian juga menyoroti pentingnya penguatan narasi sejarah dan peradaban sains Indonesia sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.
“Pak Presiden ingin kekayaan sains disusun dan ditunjukkan kepada masyarakat, supaya masyarakat tahu bahwa sains dan teknologi sebenarnya sudah dimulai sejak era-era panjang terdahulu,” ungkap Menteri Brian.
Menurut Mendiktisaintek, penguatan sejarah dan warisan sains Indonesia penting untuk membangun kesadaran publik bahwa bangsa Indonesia memiliki tradisi pengetahuan yang panjang dan menjadi bagian dari fondasi kemajuan bangsa saat ini.
Ketua AIPI, Daniel Murdiyarso menyampaikan bahwa pengembangan jurnal multidisiplin tersebut merupakan upaya untuk memperluas kontribusi ilmu pengetahuan Indonesia di tingkat internasional sekaligus menghadirkan ruang bagi lahirnya pemikiran-pemikiran strategis yang dapat menjadi rujukan kebijakan.
Dalam audiensi tersebut, AIPI juga menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Sebagai wadah yang menghimpun ilmuwan dari berbagai bidang keilmuan, AIPI memandang kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci untuk menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan relevan bagi kebutuhan masyarakat.
Melalui pertemuan ini, Kemdiktisaintek dan AIPI sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ilmu pengetahuan yang unggul, berintegritas, dan berdampak.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran sains dan teknologi dalam mendukung pembangunan nasional, meningkatkan daya saing Indonesia, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (HS-08)


