in

Kepala BGN Tegaskan Zero Tolerance terhadap Insiden Keamanan Pangan dan Penyimpangan Program MBG

Kepala BGN, Sudaryono.

HALO SEMARANG – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap setiap insiden keamanan pangan maupun praktik penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penegasan itu disampaikan Sudaryono usai menjenguk sejumlah siswa SMK Negeri 6 Semarang yang masih menjalani perawatan akibat dugaan insiden keamanan pangan di beberapa rumah sakit di Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026).

“Saya sebagai Kepala Badan Gizi yang baru memastikan satu hal, zero tolerance terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi, dan zero tolerance terhadap praktik-praktik penyimpangan atau titip-titip uang. Itu tidak boleh lagi terjadi,” tegas Sudaryono.

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu mengatakan, keselamatan penerima manfaat merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Menurutnya, kepatuhan terhadap SOP, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan, menjadi kunci utama dalam menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

“Supaya tidak terulang lagi, semua harus mengikuti SOP. Sistem harus dijalankan dengan benar, dan komandan di dapur adalah Kepala SPPG. Saya paham ada chef, ada ahli gizi, ada pengawas, tetapi harus ada kepemimpinan yang memastikan semua bekerja sesuai prosedur,” ujarnya.

Sudaryono menekankan, kepala dapur memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan seluruh petugas mematuhi aturan kebersihan dan keamanan pangan tanpa kompromi.

Ia meminta setiap pelanggaran terhadap prosedur, seperti tidak mencuci tangan, tidak menggunakan sarung tangan, atau tidak mengenakan masker saat mengolah makanan, ditindak secara tegas.

“Kalau ada pegawai dapur yang tidak mau mengikuti SOP, misalnya tidak mencuci tangan, tidak memakai sarung tangan, atau tidak memakai masker, harus dikeluarkan. Harus tegas. Karena yang dipertaruhkan adalah kesehatan dan nyawa orang. Tidak boleh lagi ada toleransi,” tegasnya.

Sudaryono juga memastikan BGN akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, termasuk memperkuat pengawasan di setiap dapur SPPG agar seluruh proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen BGN untuk menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Sebelumnya, operasional dapur SPPG Karangturi, Semarang, telah dihentikan sementara sebagai langkah kehati-hatian sambil menunggu hasil investigasi lintas sektor dan pemeriksaan laboratorium terkait dugaan insiden keamanan pangan di SMK Negeri 6 Semarang. Pemerintah menegaskan penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan epidemiologi dan uji laboratorium.(HS)

Satlantas Polres Wonosobo Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar Selama Festival Bupati Cup VI

2.503 Pramuka Garuda Kabupaten Kendal Dilantik dan Dikukuhkan