in

Ditjen Bimas Katolik Kemenag Salurkan Rp53,26 Miliar Bantuan Rumah Ibadah dan Lembaga Pendidikan

Sumber : kemenag.go.id

 

HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, sepanjang tahun 2026, hingga Triwulan III (September 2026), telah menyalurkan bantuan mencapai Rp53,26 miliar atau 81,44 persen dari total anggaran sebesar Rp65,40 miliar.

Adapun realisasi bantuan untuk rumah ibadah, tercatat sebesar Rp43,21 miliar atau 78,23 persen dari anggaran Rp55,24 miliar.

Bantuan ini antara lain diarahkan untuk renovasi dan pembangunan rumah ibadah Katolik, termasuk yang terdampak banjir dan gempa, serta pembangunan sarana peribadahan dan sarana kompleks Basilika di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Melalui bantuan renovasi dan pembangunan rumah ibadah, pemerintah mendukung tersedianya tempat ibadah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi umat,” kata Direktur Urusan Agama Katolik, Salman Habeahan, di Jakarta, baru-baru ini, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menurut dia, dukungan tersebut diharapkan memperkuat kehidupan menggereja, di mana umat Katolik tidak hanya datang ke gereja untuk beribadah, melainkan mewujudkan ajaran agama dalam kehidupan nyata.

Selain itu diharapkan pula dukungan pemerintah tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan pastoral, serta memungkinkan umat menjalankan kegiatan liturgi dan pembinaan iman dengan lebih baik.

Menurut Salman, pembangunan sarana kompleks Basilika di IKN menjadi bagian dari penguatan penyediaan fasilitas keagamaan Katolik di kawasan ibu kota negara.

Pembangunan sarana keagamaan ini turut mendukung pelayanan rohani dan pemenuhan kebutuhan umat Katolik di kawasan IKN.

Selain rumah ibadah, bantuan juga diberikan untuk penguatan sarana pendidikan Katolik.

Realisasi bantuan hingga saat ini mencapai Rp10,05 miliar atau 98,91 persen dari anggaran sebesar Rp10,16 miliar.

Anggaran tersebut mencakup bantuan operasional pendidikan Taman Seminari serta bantuan operasional Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

“Tingginya realisasi pada sektor pendidikan menunjukkan besarnya dukungan anggaran yang telah disalurkan untuk menunjang keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan Katolik,” kata Direktur Pendidikan Agama Katolik Albertus Triyatmojo.

“Bantuan operasional diharapkan membantu satuan pendidikan memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pembelajaran, menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan pengetahuan, karakter, dan iman peserta didik,” sambungnya.

Dikatakan Albertus, pendidikan keagamaan Katolik memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itu, dukungan pemerintah terhadap Taman Seminari dan SMAK menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Katolik yang mampu berkontribusi bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.

Secara keseluruhan, capaian realisasi bantuan hingga Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa dukungan Ditjen Bimas Katolik tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada kebermanfaatannya bagi umat.

Ketersediaan rumah ibadat yang layak, pemulihan sarana keagamaan pascabencana, serta keberlanjutan pendidikan Katolik merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang berdampak.

Dengan demikian, setiap dukungan pemerintah diharapkan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi kehidupan beragama, peningkatan kualitas pendidikan, dan kesejahteraan umat Katolik di seluruh Indonesia. (HS-08)

 

 

Jelang Penyelesaian, Itjen Kemenag Cek Pembangunan Gedung Pendidikan Profesi Terpadu UIN Walisongo Semarang

Kelangkaan BBM di Bali, Puan Minta Pertamina Tambah Pasokan