in

Bangunan Ruang Kelas SD di Kota Kendal Ambruk

HALO KENDAL – Bangunan ruang kelas di SD Negeri Kalibuntu Wetan, Kecamatan Kendal dikabarkan roboh, Jumat siang (28/4/2023). Hal tersebut terjadi lantaran kondisi bangunan sudah lapuk dimakan usia.

Beruntung, ambruknya bangunan ruang kelas terjadi saat proses belajar-mengajar sudah selesai dan para siswa sudah pulang. Hanya ada satu dua guru yang masih berada di sekolah.

Menurut keterangan Kepala Sekolah SDN Kalibuntu Wetan, Surono, bangunan yang ambruk adalah ruang kelas V. Sedangkan untuk kelas VI, kondisinya juga tak kalah parah.

“Yang ambruk ruang kelas VB, karena kondisinya sudah lapuk. Yang kelas VIB kondisinya juga sudah parah, dipasang empat tiang penyangga dari bambu,” terangnya.

Surono mengungkapkan, sekolah yang terakhir dibangun 25 tahun lalu tersebut, memang kondisinya memprihatinkan dan saat musim hujan terancam ambruk atau roboh, karena belum direnovasi.

“Pada bulan Januari lalu, saat hujan turun kuda-kuda bangunan ada yang patah dan kami sudah melaporkan kepada Dinas Pendidikan, sudah ditanggapi, namun belum ada anggaran. Kemudian di bulan Februari siswa di kelas tersebut kami pindah ke ruang perpustakaan,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Surono, pada bulan Maret karena bangunan sudah miring, ruangan yang biasanya diisi 20 siswa tersebut dikosongkan.

“Untuk proses belajar mengajar anak didik menggunakan ruang aula sekolah. Ada tiga gedung, yaitu IVA, IVB dan IIC. Gedung yang parah gedung A, karena kayu bangunan sudah banyak yang lapuk,” bebernya.

Sekolah yang terletak di Kota Kendal, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kalibuntu Wetan, Kecamatan Kendal tersebut diisi 193 murid.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait kejadian musibah di SDN Kalibuntu Wetan.

Menurut Wahyu, hal tersebut sebenarnya sudah teridentifikasi beberapa waktu lalu. Baik laporan dari pihak sekolah maupun dari tim sarpras yang diterjunkan ke sana.

“Kami juga sudah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat melalui DAK (dana alokasi khusus), namun belum terakomodir. Karena sekolah tersebut akreditasinya A, apalagi aktivitas sekolahnya tinggi. Sehingga tahun ini DAK belum dapat. Kemudian di APBD Kabupaten maupun bantuan provinsi juga sudah diusulkan. Cuma belum terakomodir,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Wahyu, pihaknya telah melakukan langkah pengamanan darurat secara bersama.

“Kami sudah melaporkan langsung kepada Bapak Bupati, kemudian pak bupati memberikan arahan-arahan. Salah satunya adalah penanganan darurat melalui Baznas Kendal,” lanjutnya.

Wahyu juga mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Baznas Kendal dan juga Dinas PUPR untuk melaksanakan cek lapangan.

Sedangkan untuk proses pembelajaran karena harus tetap berjalan, pihaknya juga sedang koordinasi dengan sekolah.

“Jadi apakah perlu menggunakan sekolah terdekat atau akan dibuat dua kali waktu jam pembelajaran, pagi dan siang, ini sedang kita koordinasikan,” ungkap Wahyu. (HS-06).

Bank Jateng Bersama Pemkab Salurkan Bansos Tenaga Pendidikan Madin dan TPQ Se-Kabupaten Jepara

Reza Irfana Dilepas PSIS, Total Sudah Lima Pemain Tinggalkan Skuad Mahesa Jenar