in

Ada Ajang Simpang Lima Farmers Market dan Jewel of Central Java di Semarang

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau booth pada acara Semarang Agro Expo di Taman Indonesia Kaya tahun lalu.

HALO SEMARANG – Guna mendekatkan petani dan juga pelaku usaha tani dengan konsumen secara langsung, Pemerintah Kota Semarang akan menggelar Simpang Lima Farmers Market di lapangan Pancasila, Simpang Lima pada Sabtu – Minggu, 7 – 8 Desember 2024. Acara tersebut menjadi satu rangkaian dengan kegiatan Jewel of Central Java yang digelar oleh Bank Indonesia.

“Ya jadi Simpang Lima Farmers Market ini bisa dibilang sebagai pengembangan dari PAK RAHMAN (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman-red) yang Alhamdulillah telah beberapa kali dilakukan di berbagai wilayah Kota Semarang. Kini kita besarkan skalanya melalui event ini,” ungkap Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu (4/12/2024).

Simpang Lima Farmers Market diharapkan dapat menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan petani dan pelaku usaha pertanian secara langsung dengan masyarakat, industri, komersial dan perbankan di Jawa Tengah guna mempromosikan produk pertanian dan pangan lokal kepada konsumen (farmer hub). Hal ini juga dapat mempersingkat rantai distribusi bahan pangan sehingga lebih menghemat biaya.

“Tentunya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha pertanian dan pangan. Selain itu juga sebagai program pengendalian inflasi yang menekan fluktuasi harga pangan dengan meningkatkan ketersediaan pangan,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Simpang Lima Farmers Market akan diikuti oleh petani dan pelaku UMKM yang telah diseleksi sesuai dengan standar yang ditentukan. Adapun stand-stand UMKM akan dibagi menjadi beberapa cluster yaitu Cluster Buah, Cluster Sayur, Cluster Tanaman Hias, Cluster Bibit, Cluster Urban Farming, Cluster Hewani / Ternak, Cluster Olahan Pertanian, Cluster olahan pangan pendamping beras, Cluster Daur Ulang Sampah, hingga Sektor Swasta.

Sementara itu, ajang The Jewel of Central Java yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang dilaksanakan untuk mendukung peningkatan perekonomian di Jawa Tengah. Event bertema kebudayaan yang mengangkat tagline Rupiah Tresno Budoyo ini terdiri dari rangkaian acara edukasi dan peningkatan literasi yang mencakup Cinta Bangga Paham Rupiah, digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan Pariwisata.

“Nanti ada acara keseniannya yang ditampilkan oleh pelajar, Sanggar Kinnara-Kinnari, Wayang Orang Ngesti Pandawa. Jadi ayo ramai-ramai ke Simpang Lima pada akhir pekan ini. Bersama keluarga jalan-jalan nonton hiburan sambil belanja bahan pangan murah,” ajak Mbak Ita.(HS)

Polda Jateng Pastikan Tak Ada Perlakuan Khusus Bagi Oknum Polisi yang Tembak Pelajar di Semarang

KPU Kota Semarang: Ada Satu TPS Direkomendasikan PSU, Tapi Tak Memenuhi Syarat