HALO KENDAL – Setelah sempat diistirahatkan selama bulan November, 2.024 buruh outsorcing PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) mulai besok Kamis (1/12/2022) dipekerjakan kembali.
Hal tersebut dilakukan, mengingat pasar ekspor yang sebelumnya sempat terkoreksi lesu, sehingga berimplikasi menurunnya produksi di pabrik, kini sudah mulai menunjukkan tren positif meski belum kembali ke normal.
Bahkan, beredarnya kabar ribuan buruh di perusahaan yang sudah puluhan tahun berdiri di Dusun Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu yang akan di PHK massal, ditepis oleh manajemen PT KLI.
Berdasarkan rilis yang diterima halosemarang.id, Rabu (30/11/2022), Manajemen PT KLI dengan tegas menyatakan informasi pemutusan hubungan kerja permanen kepada para buruh tersebut tidak benar.
Senior manager HRD & GA PT KLI, Benediktus Boku atau biasa disapa Benny menegaskan, sebanyak 2.024 buruh tersebut bukan di-PHK permanen, akan tetapi hanya diliburkan sementara.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan, karena masih menunggu kondisi market pulih, khususnya pelanggan dari luar negeri seperti Amerika, Asia Pasifik, Eropa dan negara lainnya, masih belum stabil.
“Bukan mem-PHK karyawan, tapi hanya dirumahkan atau diliburkan beberapa saat. Sambil menunggu bisa produksi lagi, untuk mencukupi pesanan ekspor,” tandas Benny.
Nantinya, bilamana pasar ekspor sudah normal kembali, per 1 Desember 2022, karyawan sudah mulai dipekerjakan lagi. “Setelah sebelumnya sejak Oktober lalu lesu yang berdampak pada meliburkan dua ribuan buruh outsourcing di bulan November,” imbuh Benny.
Dijelaskan, total buruh dan karyawan di PT Kayu Lapis Indonesia 5.554 orang, di mana sebanyak 3.530 merupakan karyawan tetap dan masih bekerja normal, dengan jam operasional satu line dan non produksi dengan dikurangi jam kerja sehingga gaji turut berkurang.
“Yang diistirahatkan itu merupakan karyawan dengan status no work no pay, meskipun begitu, mulai besok akan kembali masuk kerja,” pungkas Benny.(HS)