in

Mengenal Lebih Dekat Sosok Mas Pardi, Bapak Pelayaran Indonesia

Laksamana Muda TNI (Purn) Mas Pardi.

BERBICARA tentang dunia kemaritiman dan berdirinya sejumlah sekolah ilmu pelayaran di Indonesia, tak lepas dari jasa seorang tokoh yang bernama Laksamana Muda TNI (Purn) Mas Pardi, yang juga menjadi cikal bakal terbentuknya TNI Angkatan Laut (AL) sampai seperti sekarang. Mas Pardi lahir di Ambarawa pada 1 Oktober 1901, dan meninggal di Semarang pada 13 Agustus 1968.

Mas Pardi yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang tersebut merupakan pendiri dan sekaligus pemimpin dari BKR Laut pusat, yang merupakan cikal bakal dari TNI Angkatan Laut. Mas Pardi juga terkenal sebagai “Bapak Pelayaran Indonesia” dengan banyak mendirikan sekolah maritim pada saat itu.

Dirinya pernah menjabat kepala BKR laut Pusat, dan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, BKR diubah namanya menjadi TKR Laut pada 10 September 1945. Saat itu Mas Pardi diangkat menjadi Kepala Staf Umum TKR Laut ke-1.

Mas Pardi juga terkenal sebagai Bapak Pelayaran Indonesia, dengan banyak mendirikan sekolah maritim. Salah satunya di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang dan akademi angkatan laut. Namun, di kalangan anak muda atau pelajar, sejarah tokoh Mas Pardi ini kurang dikenal, dibandingkan dengan tokoh pahlawan nasional lainnya, seperti Laksamana Madya TNI Yos Soedarso, yang namanya dijadikan sebuah nama jalan di Kota Semarang.

Dosen Prodi Nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Hadi Supriyono mengatakan, perjuangan Mas Pardi luar biasa, yaitu menginginkan agar orang Indonesia tidak jadi kacung di kapal. Supaya orang Indonesia menjadi terdidik, sehingga sampai ada yang menjadi kapten atau nahkoda di kapal. “Jabatan tersebut dulunya selalu dipegang orang Belanda,” ujarnya, baru-baru ini.

Harapan Mas Pardi, dengan didirikannya sekolah pelayaran, dan pendidikan dikuatkan, di Indonesia muncul kapten-kapten di kapal. “Bahkan sampai tingkat perwira, atau punya peran dan memegang tugas di bagian mesin kapal atau bagian lainnya di kapal. Orang Indonesia bisa memimpin di sebuah kapal, jadi juragan tidak hanya jadi kacung, begitu semangatnya,” imbuhnya.

Sementara, menurut Kadisjarahal Laksamana Pertama TNI Eko Gajah Seno, bahwa tokoh Laksamana Muda TNI (Purn) Mas Pardi merupakan cikal bakal TNI AL, sebelum menjadi seperti sekarang ini. Yang dulunya masih bernama BKR Laut, lalu menjadi TKR Laut dan berkembang seperti saat ini.

“Mas Pardi pada saat itu menjabat Kepala Staf Umum TKR Laut pertama bertugas untuk menyusun organisasi hingga seperti saat ini. Apalagi saat pertama kali banyak tantangannya, baik dengan keterbatasan dana dan peralatan tentunya bukan hal yang mudah untuk dijalankan pada saat itu,” terangnya usai melakukan ziarah ke makam Mas Pardi dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2022 di TMP Giri Tunggal Semarang.

Selain itu, berkat jasa Mas Pardi pulalah, saat ini berdiri beberapa sekolah maritim di Indonesia. “Yakni berjasa dengan mendirikan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) di Indonesia, karena beliau ahli di bidang maritim sejak perang merebut kemerdekaan dari tangan Belanda dan Jepang. Walaupun sudah purnawirawan, semangat dan jiwanya akan terus hidup. Sehingga saat ini sekolah pelayaran sudah sangat terkenal dan mendunia,” pungkasnya.(HS)

Per 1 Desember, Ribuan Buruh KLI Kendal Yang Sempat Diistirahatkan Kembali Dipekerjakan

Tarik Wisatawan, Pembangunan Sentral Batik Malon Ditarget Rampung Akhir Tahun 2022