in

Dari Satu Pasar ke Tujuh Pasar, Pemkab Grobogan dan Bank Jateng Percepat Digitalisasi Retribus

Pemkab Grobogan dan Bank Jateng meluncurkan Sistem E-Retribusi Pengelolaan Pasar beberapa waktu lalu di Alun-alun Purwodadi.

HALO BISNIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan resmi meluncurkan Sistem E-Retribusi Pengelolaan Pasar sebagai langkah mempercepat digitalisasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan retribusi pasar.

Peluncuran dilakukan beberapa waktu lalu di Alun-Alun Purwodadi, yang dikemas dalam kegiatan nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setyawan mengatakan, sistem e-retribusi merupakan hasil
kolaborasi pemkab bersama Bank Jateng dalam mendukung transformasi digital pengelolaan pasar rakyat.

“Setelah acara ini, Insya Allah sistem akan diimplementasikan di tujuh pasar daerah, yakni Pasar Pagi, Pasar Induk Purwodadi, Pasar Agro Hortikultura, Pasar Glendoh, Pasar Danyang, Pasar Tuko, dan Pasar Tegowanu,” ujarnya.

Menurut Pradana, penerapan e-retribusi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perdagangan.

“Dengan sistem pembayaran non-tunai, seluruh transaksi retribusi tercatat secara elektronik, sehingga lebih tertib, transparan, memudahkan pengawasan, sekaligus memperkuat pengelolaan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Cahya Imanuddin Firmansyah mengatakan, digitalisasi retribusi pasar di Grobogan dimulai sejak 2023 melalui penerapan e-retribusi di Pasar Nglejok sebagai pilot project.

“Bukti keseriusan Bank Jateng untuk membawa perubahan digitalisasi di Kabupaten Grobogan diawali dari langkah kecil pada 2023. Saat itu Pasar Nglejok menjadi pilot project e-retribusi pasar,” ujarnya.

Firman berharap, kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemkab Grobogan membuat inovasi tersebut berkembang pesat hingga kini diterapkan di tujuh pasar daerah.

“Alhamdulillah pada 2026 ini implementasi e-retribusi telah merambah ke tujuh pasar. Perjalanan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan retribusi yang lebih transparan, akuntabel, dan modern,” ungkapnya.

Firman menyebut, Bank Jateng bangga menjadi bagian dari transformasi digital di Grobogan. Menurutnya, elektronifikasi transaksi daerah tidak hanya memberikan kemudahan bagi pedagang dalam membayar retribusi, tetapi juga mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

“Kami berharap semakin banyak inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Grobogan dan mendorong pelayanan publik yang semakin modern serta efisien,” jelas Firman.

Sedangkan Bupati Grobogan, Setyo Hadi menegaskan, seluruh pembayaran retribusi pasar ke depan dilakukan secara non-tunai dan tercatat secara elektronik. Dengan sistem tersebut, setiap transaksi dapat dipantau, sehingga meminimalkan kesalahan pencatatan dan memperkuat pengawasan penerimaan daerah.

“Saya meminta seluruh petugas pasar menjadi agen perubahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.

Bupati juga mengajak para pedagang untuk mendukung penerapan e-retribusi, karena dinilai lebih praktis, aman, transparan, serta memiliki bukti pembayaran yang jelas.

“Pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di pasar rakyat agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Keberhasilan sistem ini tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna, tetapi juga meningkatnya kualitas pelayanan, kepatuhan membayar retribusi, PAD, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Bank Jateng dalam menerapkan digitalisasi retribusi pasar rakyat.

Menurutnya, penerapan sistem pembayaranvelektronik bukan sekadar mengubah transaksi dari tunai menjadi non-tunai, melainkan menjadi wujud komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, transparan, akuntabel, dan efisien.

Ia menilai pasar rakyat memiliki peran strategis sebagai penggerak UMKM, pencipta lapangan kerja, sekaligus penopang perekonomian daerah, sehingga digitalisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi digital.(HS)

Jateng Tuan Rumah Muktamar Tapak Suci, Ahmad Luthfi Dorong Pencak Silat Jadi Penguat Persatuan Bangsa

Ketika Ruang Kesenian Belum Sepenuhnya Aman: Perempuan dan Anak Masih Rentan Jadi Korban Kekerasan