in

Tarik Wisatawan, Pembangunan Sentral Batik Malon Ditarget Rampung Akhir Tahun 2022

Kampung tematik sentral batik Malon Gunungpati Semarang.

HALO SEMARANG – Progres pembangunan sentral batik di wilayah Malon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ditarget rampung akhir tahun 2022. Sebab, saat ini proses pembangunannya telah mencapai 85 persen.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Tri Supriyanto menerangkan, jika pembangunan sentral batik di Kawasan Malon Gunungpati ini menggunakan dana alokasi khusus (DAK), dari pemerintah pusat sebesar Rp 8 miliar.

“Bangunan Sentra Batik Malon ini, dibangun menggunakan DAK dari pusat sebesar Rp 8 miliar,” katanya, Rabu (30/11/2022).

Dia menjelaskan, saat ini progres pembangunan bisa dibilang on the track, meski lelang dilakukan pertengahan tahun 2022. Adapun jika pembangunan fisik bangunan didesain berlantai dua, yang akan digunakan sebagai tempat pameran batik hasil pengrajin di kawasan tersebut.

“Saat ini progresnya sudah 85 persen, meskipun lelang baru dilakukan pertengahan tahun 2022 ini. Tapi kita yakin akhir tahun ini bisa rampung, dan pada Januari tahun 2022 sudah bisa digunakan,” tambahnya.

Bangunan, lanjut dia, adalah aset milik Pemkot Semarang yang dimaksimalkan dengan kucuran anggaran DAK. “Dulu bangunnya sudah ada, tapi ini dibangun lebih bagus dan megah sehingga bisa menambah nilai aset Pemkot Semarang,” katanya.

Saat ini di kawasan Malon sudah ada sebanyak 25 pengajian batik yang eksis. Mereka menggunakan rumah pribadi sebagai galeri. Harapannya dengan adanya sentra batik, kawasan tersebut akan menjadi ramai dan diminati wisatawan, sebagai tempat pameran serta berkarya pelaku usaha batik. “Sebelumnya mereka cuma mendisplay produk batik di rumahnya, nah ini nanti kita tarik ke sentral batik untuk tempat pameran,” ujarnya.

Pihaknya juga melakukan pelatihan kepada warga sekitar. Total ada sebanyak 40 warga yang saat ini sudah menjadi pengerajin batik. Menurutnya, Batik Malon punya ciri khas tersendiri, dibandingkan batik di tempat lain. “Bedanya dengan batik lainnya adalah warna yang digunakan ini alami. Dari tanaman atau diambil dari alam,” ungkapnya .

Sebelumnya, Dinas Perindustrian Kota Semaran sendiri juga mendapatkan kucuran anggaran DAK, untuk membangun sentra industri logam di Kawasan Industri Wijaya Kusuma, dengan besaran anggaran sekitar Rp 28 miliar.(HS)

Mengenal Lebih Dekat Sosok Mas Pardi, Bapak Pelayaran Indonesia

Truk Angkut Gula Pasir Terguling, Jalur Pantura Kendal Macet Tiga Jam