in

Pengembangan Kota Lama, Harjanto Halim: Pedagang Kecil dan Pengayuh Becak Perlu Diberdayakan

Foto ilustrasi: Gedung Marba di Kawasan Kota Lama Semarang.

 

HALO SEMARANG – Anggota Dewan Pertimbangan Pengembangan Kota (DP2K) Semarang, Harjanto Kusuma Halim menyebutkan, dalam pengembangan Kawasan Kota Lama sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Semarang, perlu memberdayakan pedagang kecil, dan pengayuh becak di sekitarnya.

Sebab, menurut Halim, dengan diberdayakannya komunitas pedagang kecil dan tukang becak ini akan makin memberikan pengalaman yang berkesan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama Semarang.

“Menurut saya, di Kota Lama ini, bagaimana para pedagang kecil dan tukang becak bisa diberdayakan, dididik, dan diisi pengetahuan tentang wisata kota Semarang agar bisa menceritakan kepada wisatawan yang datang. Saat ini, orang naik becak adalah sesuatu pengalaman yang dicari orang, dan wisatawan menjadi berkesan, disisi lain tukang becak juga bisa dapat penghasilan,” katanya, Minggu (18/4/2021).

Kemudian, lanjut Halim, pedagang kecil di sekitar Kota Lama juga harus difasilitasi oleh Pemerintah Kota Semarang, dikasih tempat yang representatif untuk berjualan. Mereka terutama yang berjualan makanan atau kuliner lokal khas Semarang.

“Karena orang datang ke Kota Lama tidak semuanya mencari makanan yang mahal dan banyak dijual di sana. Sehingga pemerintah kota harus bisa menjaga keberlangsungan usaha kecil seperti ini,” imbuh pria yang juga CEO Marimas itu.

Menurut Halim, Kawasan Kota Lama saat ini makin tertata dan bagus. Namun, ada beberapa hal yang perlu juga diperbaiki terutama otentisitasnya.

“Lebih kepada otentisitasnya perlu dibenahi. Arahnya sudah baik lah. Sudah benar, ada lompatan kemajuan bagus. Namun saya melihat lebih menonjolkan kosmetiknya,” katanya.

Misalnya, lanjut Halim, di sana ada tempat air minum kuno saat ini tidak terpakai dan sia-sia. “Lalu tonggak-tonggak pembatas jalan dipilih dari bahan yang tidak orisinil sehingga mudah rusak,” ujarnya.

Selain itu, Halim menyoroti masih adanya aturan yang membeda-bedakan terkait larangan parkir kendaraan di kawasan tertentu di Kota Lama.

“Kalau gak boleh dilintasi kendaraan ya gak boleh semua, jangan sampai kendaraan masuk karena hanya mobil yang dipakai mobil mewah. Aturannya harus lebih ketat, jangan membeda-bedakan lah,” pungkasnya.(HS)

3Second Buka Store Baru di Kota Semarang, Tawarkan Diskon Hingga 70 Persen

Tote Bag Jadi Media Lukis, Mawar Hartopo Beri Apresiasi