in

Kemenag Pastikan Pura Tadah Uwuk di Klungkung Bali Tetap Lestari sebagai Tempat Ibadah dan Wisata Religi

Suasana kawasan Pura Tadah Uwuk yang memiliki kolam suci dan pancuran alami. Selain menjadi tempat persembahyangan umat Hindu, pura ini menyimpan nilai sejarah, spiritualitas, dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisata religi di Kabupaten Klungkung. (Foto: kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan Pura Tadah Uwuk di Desa Adat Umanyar, Desa Nyalian, Kabupaten Klungkung, tetap lestari sebagai tempat ibadah sekaligus destinasi wisata religi.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui monitoring lapangan yang dilakukan Kepala Kantor Kemenag Klungkung, Putu Indira Bhadrawati, untuk memastikan pengelolaan kawasan suci tetap mengedepankan fungsi keagamaan, pelestarian budaya, dan nilai-nilai spiritual.

Pura Tadah Uwuk, selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Klungkung.

Selain menjadi tempat persembahyangan umat Hindu, pura ini memiliki daya tarik berupa nilai sejarah, spiritualitas, kearifan lokal, serta lingkungan alam yang masih terjaga.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Putu Indira Bhadrawati, bersama jajaran melakukan monitoring lapangan di kawasan Pura Tadah Uwuk, Desa Adat Umanyar, Desa Nyalian, Senin (3/8/2026).

Kunjungan dilakukan untuk memastikan kelestarian pura sebagai pusat ibadah sekaligus destinasi wisata religi tetap terjaga.

Menurut Putu Indira, pengembangan wisata religi harus tetap menempatkan fungsi utama pura sebagai tempat ibadah.

Karena itu, pelestarian kawasan suci menjadi prioritas agar nilai-nilai spiritual, budaya, dan edukasi keagamaan tetap terjaga bagi generasi sekarang maupun mendatang.

“Wisata religi tidak hanya berbicara tentang kunjungan ke tempat suci, tetapi juga bagaimana nilai-nilai spiritual, budaya, dan edukasi keagamaan dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, keberadaan pura sebagai tempat ibadah harus tetap menjadi prioritas utama, sejalan dengan upaya pengelolaan dan pelestariannya,” ujar Putu Indira, Senin (3/8/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Putu Indira Bhadrawati, berdialog saat monitoring kawasan Pura Tadah Uwuk.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan rumah ibadah tetap berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, pelestarian budaya, dan penguatan wisata religi.

Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan umat sekaligus ruang pelestarian budaya.

Pengelolaan yang baik akan menjaga kesakralan kawasan suci, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta memberikan manfaat sosial dan edukatif bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pengembangan wisata religi juga harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menghormati nilai-nilai kesucian tempat ibadah.

Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati kekayaan budaya dan spiritual tanpa mengurangi fungsi utama pura sebagai tempat persembahyangan.

Aliran mata air suci di kawasan Pura Tadah Uwuk yang menjadi bagian dari kekayaan alam dan nilai spiritual pura.

Kelestarian kawasan ini terus dijaga sebagai upaya mempertahankan fungsi rumah ibadah sekaligus mendukung pengembangan wisata religi yang berkelanjutan.

Monitoring lapangan ini merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk memastikan rumah ibadah dan kawasan keagamaan terus berfungsi secara optimal sebagai pusat pembinaan umat, pelestarian budaya, serta penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut sejalan dengan Asta Protas Kemenag yang digagas Menteri Agama Nasaruddin Umar, khususnya pada program Pemberdayaan Rumah Ibadah melalui penguatan fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat dan pelestarian nilai-nilai keagamaan.

Langkah ini juga mendukung Layanan Keagamaan Berdampak dengan menghadirkan pembinaan terhadap kawasan keagamaan yang memberikan manfaat spiritual, sosial, budaya, sekaligus memperkuat pengembangan wisata religi yang berkelanjutan. (HS-08)

 

 

Temukan Dugaan Penyalahgunaan LPG 3 Kg, LPPK Nusantara Kendal Adukan Oknum Penyalur dan Rumah Makan ke ESDM Jateng

Kemenag Siapkan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab MI sampai MA