in

Puluhan Pelajar Semarang Diajak Cerdas Bersosial Media dan Tak Asal Ikuti Tren Skincare

Kegiatan edukasi kesehatan diikuti para pelajar Kota Semarang digelar Immoderma berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang di Oak Tree Emerald Semarang, baru-baru ini.

HALO BISNIS – Puluhan pelajar di Kota Semarang mendapat pembekalan mengenai kesehatan kulit, kesehatan mental, hingga cara menyaring informasi di media sosial melalui kegiatan edukasi kesehatan Fun Health Teens “Remaja Hebat”.

Kegiatan yang mengusung tema “Smart Scrolling, Love Your Health” tersebut digelar Immoderma berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang di Oak Tree Emerald Semarang.

Sebanyak 30 siswa dari 15 SMA/SMK di Kota Semarang mengikuti kegiatan tersebut bersama 15 guru pendamping. Keterlibatan guru menjadi bagian dari upaya agar materi yang diberikan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi dapat diteruskan di lingkungan sekolah.

Perwakilan Immoderma, Ina, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk kontribusi Immoderma dalam memberikan edukasi kesehatan kepada generasi muda, khususnya terkait perawatan kulit sekaligus kesehatan mental.

“Kegiatan ini memang kami buat untuk memberikan edukasi kepada remaja, tidak hanya mengenai skincare dan bagaimana merawat kulit sesuai dengan kebutuhannya, tetapi juga mengenai pentingnya mental health,” ujar Ina.

Menurut dia, remaja saat ini berhadapan dengan arus informasi yang sangat besar. Beragam tren kecantikan dan informasi kesehatan beredar dengan cepat melalui media sosial sehingga diperlukan kemampuan untuk memilah informasi sebelum mengikutinya.

Karena itu, edukasi dalam kegiatan tersebut tidak diarahkan sekadar agar remaja memahami cara merawat penampilan. Mereka juga diajak mengenali kebutuhan dirinya, mengambil keputusan perawatan secara tepat, serta menyikapi standar kecantikan yang berkembang di ruang digital secara lebih bijak.

Persoalan yang dibahas dalam Fun Health Teens cukup dekat dengan keseharian remaja. Mulai dari informasi kesehatan yang tidak akurat, standar kecantikan yang tidak realistis, kecemasan, hingga perundungan di dunia digital.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah edukasi kesehatan kulit bertajuk “Glow Up or Glow Down: Kenali Kulitmu Sebelum Menyesal” yang disampaikan dokter kecantikan Immoderma.

Dalam sesi tersebut, peserta mendapat pemahaman mengenai pentingnya mengenali kondisi dan kebutuhan kulit sebelum memilih produk perawatan. Dengan begitu, keputusan menggunakan skincare tidak semata-mata didasarkan pada produk yang sedang ramai atau populer di media sosial.

Materi tersebut kemudian diperluas dengan edukasi mengenai cara mengenali hoaks dan misinformasi kesehatan. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan mental dari psikolog dan dokter spesialis kesehatan jiwa.

Sejumlah isu yang dibahas antara lain kecemasan, penerimaan diri, standar kecantikan, hingga cyberbullying.

Ina mengatakan derasnya informasi di media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan remaja untuk mengenali dirinya sendiri dan menyaring informasi yang diterima.

“Karena semakin luasnya akses informasi, remaja juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami diri dan menyaring informasi yang mereka terima,” katanya.

Fun Health Teens dikemas dengan konsep “Learn – Experience – Create – Share” sehingga peserta tidak hanya duduk mendengarkan pemaparan materi.

Para pelajar mengikuti diskusi, permainan, konsultasi kesehatan, serta berbagai aktivitas interaktif. Salah satunya melalui Creative Hackathon, yakni aktivitas kelompok untuk menyusun ide kampanye kesehatan digital yang mudah dipahami dan dibagikan kepada teman sebaya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa ditempatkan bukan sekadar sebagai penerima informasi. Mereka juga diberi ruang untuk ikut membuat dan menyebarkan pesan kesehatan yang positif di lingkungan pertemanan maupun sekolah.

Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Immoderma berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Guru pendamping juga diharapkan menjadi penghubung untuk menindaklanjuti edukasi di sekolah. Sementara para siswa dapat ikut menyebarkan informasi kesehatan yang positif kepada teman-temannya.

Gagasan kampanye kesehatan digital yang lahir dalam kegiatan tersebut juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah untuk mengembangkan edukasi kesehatan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.

Bagi Immoderma, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan edukasi di luar layanan kecantikan.

“Karena bagi kami, Immoderma bukan hanya tentang kecantikan, tetapi juga tentang kepedulian. Sejalan dengan semangat kami, Immoderma Berbagi, Immoderma Peduli, karena Immoderma Cantik dari Hati,” tambah Ina.

Salah satu peserta, Maiya Arzaq, siswa SMA Negeri 3 Semarang, mengaku mendapat banyak pemahaman baru dari kegiatan tersebut, terutama mengenai kesehatan mental dan pemilihan produk perawatan kulit.

“Kami mendapatkan pembekalan dan edukasi tentang mental health, serta belajar memilih skincare sesuai dengan kebutuhan kulit, bukan hanya mengikuti produk yang sedang tren,” ujar Maiya.

Hal senada disampaikan Siti Muzaroah, S.Pd., guru dari SMK Negeri 7 Semarang. Menurutnya, materi yang diberikan cukup dekat dengan persoalan yang dihadapi siswa sehari-hari.

“Acaranya sangat edukatif dan bermanfaat sekali untuk murid-murid. Kegiatan seperti ini membuat mereka menjadi lebih aware dalam memilih skincare sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Selain itu, edukasi dari psikolog juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga mental health,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, edukasi kesehatan bagi remaja diharapkan tidak berhenti pada pesan untuk tampil lebih percaya diri. Lebih dari itu, remaja diajak memahami dirinya, merawat tubuh sesuai kebutuhan, serta lebih kritis ketika berhadapan dengan banjir informasi kesehatan dan tren kecantikan di media sosial.(HS)

Warga Banyuurip Keluhkan Banjir, Bupati Kendal Siapkan Penanganan Kali Penut